RS Budi Asih akan laporkan PT MHS yang diduga buang limbah medis di hutan Mangrove

Rekanbola – Pengacara Rumah Sakit Budi Asih Bekasi akan melaporkan pihak PT Mahardika Handal Sentosa (MHS) terkait pembuangan limbah medis tergolong limbah berbahaya dan beracun (B3) di pesisir pantai Karawang. Atas tuduhan pencemaran nama baik.

“Kami bersama Manajeman rumah sakit mau meluruskan atau mengklarifikasi penemuan puluhan kantong plastik limbah B3 milik klien kami yang menjadi tanggungjawab pihak ketiga ke Polisi,” kata Hananta Yuda di TKP pembuangan limbah, Selasa (10/9).

“Laporan kami berdasar dengan alat-alat bukti, adanya limbah medis yang dibuang bukan pada tempatnya,” tegasnya.

Hananta menjelaskan pihak rumah sakit telah melakukan kontrak kerjasama dengan PT MHS dengan No Kontrak perjanjian Reff. No.048/MHS-RS Budi Asih /2018 yang ditandai tangani Wakil Direktur RS Budi Asih berlamat di Cikarang Selatan, Bekasi dan Managing Ditektor PT MHS beralamat di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, pada 28 Januari 2018.

“Dalam kontrak perjanjian kerjasama jelas pihak rumah sakit telah menggunakan jasa angkutan limbah B3 kepada pihak rekanan, dan pihak rumah sakit tidak bertanggungjawab atas tindakan kriminal yang dilakukan oleh karyawan pihak pertama,” katanya.

Namun pihak rumah sakit bertanggung jawab atas tindakan pihak PT MHS yang telah melakukan tindakan kriminal dengan cara membuang limbah B3 di pesisir pantai Karawang, untuk mengakut barang bukti untuk diamankan selama proses penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan Polres Karawang.

“Barang bukti kami angkut kembali ke Rumah sakit, sebagai pertanggungjawaban pihak klien kami,” katanya.

Kapolres dan Penyidik Tipiter Satreskrim Polres Karawang meninjau langsung menuju TKP Pembungan Limbah medis tergolong bahan berbahaya dan beracun di Kawasan Hutan Magrove Desa Pusaka Utara,Kecamatan Cilebar, Karawang, untuk memeriksa dan menggali kebenaran pengiriman limbah medis yang kini menjadi masalah.

Baca Juga:   Buka lapak buah di rumah, Mudin ternyata produksi miras oplosan

Kapolres Karawang, mengungkapkan penyidik dalam kasus ini, telah memeriksa 6 orang saksi terkait kasus pembuangan limbah milik Rumah Sakit Budi Asih Bekasi.

“Penyidik telah meminta keterangan 6 orang saksi dari warga dan pihak rumah sakit,setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi pembuangan limbah,” kata AKBP Slamet Waloya.

Dari penyelidikan ini diperoleh fakta, limbah medis berbahaya tersebut milik RS Budi Asih dan dibuang oleh sebuah perusahaan milik PT Mahardika Handal Sentosa (PT MHS).Dari lokasi pembuangan limbah medis di pesisir utara Karawang, menemukan sejumlah alat medis, seperti jarum suntik,labu darah

“Untuk pemeriksaan PT HMS sudah ada jadwalnya,surat panggilan sudah dilayangkan ,” ujar AKBP Slamet.

Sementara ,barang bukti limbah medis seberat 467 kilogram yang diamankan di lokasi akan diamankan di RS Budi Asih,sambil menunggu pemusnahan karena menimbulkan bau sehingga akan menyebarkan bakteri dan virus bagi warga sekitar TKP.

“Barang bukti disimpan di RS Budi Asih sebelum di musnahkan agar tidak menimbulkan bau karena limbah itu tidak hanya plastik tapi ada darah dan potongan hasil operasi,” jelasnya.

AKBP Slamet Waloya mengatakan Penyidik akan meningkatkan ke penyidikan jadi belum ada tersangka. Semua masih saksi. Tapi untuk menentukan tersangka tinggal menunggu hasil proses pemeriksaan para saksi,” ungkapnya.

Kapolres Karawang, mengaskan, pelaku pembuang limbah bakal dikenakan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi termasuk ahli pihak DLHK, dan hasil laboratorium setelah dilakukan uji bahan berbahaya tersebut,” tegas Kapolres Karawang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *