Rupiah Terus Menguat di Level Rp 14.492 per USD

REKANBOLA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bergerak fluktuatif hari ini, Selasa (27/11). Rupiah dibuka di level Rp 14.492 per USD, melemah tipis dibanding penutupan kemarin di level Rp 14.475 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah kemudian menguat usai pembukaan ke level Rp 14.485, lalu melemah kembali di level 14.504 per USD. Saat ini, Rupiah kembali menguat hingga ke level Rp 14.495 per USD.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengaku optimistis nilai tukar Rupiah hingga akhir tahun masih akan mengalami penguatan. Hal ini dorong oleh faktor pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan masih akan tumbuh dan inflasi yang terkendali.

“Bicara nilai tukar dari data domestik yang positif, CAD kita lemah, tapi jangan lihat rentang ke belakang, (tapi) ke depan. Bank sentral kemampuan melihat ke depan untuk tentukan kebijakan,” kata Dody dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi Nasional, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/11).

Dody menyebut pergerakan Rupiah yang tidak lagi melemah ini karena memang nilai kursnya murah. Sehingga penguatan ini diyakini akan terus berlanjut. “Rupiah masih undervalued (terlalu murah). Namun masih cukup kompetitif untuk perdagangan,” imbuhnya.

Dody mengatakan, penguatan terhadap mata uang Garuda ini juga ditopang oleh faktor internal dan eksternal. Dari dalam negeri misalnya, sejumlah kebijakan untuk memperkuat Rupiah telah ditempuh, salah satunya keputusan BI yang kembali menaikan BI 7- Day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) menjadi 6,00 persen.

 

Baca Juga:   Harga Minyak Turun, Investor Fokus pada Sanksi Iran