Saling Ejek Berujung Cekcok, Manullang Terkapar Ditikam Sihombing

Rekanbola – Gara-gara saling ejek, dua warga Desa Sosor Lottung, Kecamatan Siempat Nempu, Dairi terlibat cekcok, Senin (19/11/2018). Insiden itu akhirnya berujung pada penikaman Karno Manullang (28), warga Dusun Lumban Julu, oleh Desron Sihombing (47), warga Barisan Manullang Dusun Amborgang.

Kapolres Dairi, AKBP Erwin Wijaya Siahaan, melalui Kasubag Humas Ipda Doni Saleh, dalam keterangannya Selasa (20/11/2018) menyebutkan, peristiwa itu baru diketahui, Senin malam sekira pukul 23.00 Wib.

Ketika itu Karno Manullang mendatangi rumah abangnya Budi Manullang yang juga Kepala Desa Sosor Lontung, Kecamatan Siempat Nempu, yang tinggal di Dusun Lumban Julu.

Tiba di sana dia langsung mengetuk pintu dengan nada tergesa-gesa. “Abang buka dulu pintu ini!” kata Karno ketika itu.

Mendengar ada yang aneh, Budi pun bergegas membukakan pintu. Namun, betapa kagetnya Budi karena begitu pintu dibuka, dia melihat adiknya tersebut dalam kondisi berlumuran darah dengan memegang bagian belakang pinggangnya.

“Korban sudah mengeluarkan darah segar serta memegang pinggang belakang sebelah kirinya. Saat itu saksi pelapor (Budi) bertanya kepada adiknya itu, “Kau kenapa?” beber Nainggolan sembari mengulangi pertanyaan Budi.

“Ditikam tulang Si Mesra aku (Desron Sihombing),” jawab Karno saat itu.

Selanjutnya, Budi pun bergegas mengeluarkan mobil sembari menyuruh Karno menunggu.

“Tunggu di sini biar aku keluarkan dulu mobil, biar pergi kita ke rumah sakit,” kata Budi Manullang.

Pelaku Desron Sihombing (tengah) diamankan polisi. (Rekanbola.com)

Selanjutnya Budi membawa Karno berobat ke Rumah Sakit Umun Sidikalang. Sesampainya di RSU tersebut, Budi kemudian menerima telepon dari Uji Sihombing (anak kandung dari Desron Sihombing) yang mengatakan peristiwa itu terjadi gara-gara saling ejek.

Atas peristiwa itu, Budi kemudian membuat laporan resmi ke Polsek Bunturaja Polres Dairi.

Baca Juga:   Sudah 12 Jam, Proses Evakuasi KRL Anjlok di Bogor Masih Berlangsung

Personel Polsek Bunturaja tak lama kemudian berhasil menangkap Desron dan mengamankannya Mapolsek.

Dari pengungkapan tersebut, polisi juga mengamankan sebilah pisau belati celana jeans warna biru, baju kaos warna coklat tua, yang kesemuanya terdapat bercak darah.

Sementara itu, atas saran dari dokter di RSUD Sidikalang, Karno kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Efarina Etaham, Kabanjahe.

“Pelaku dikenakan pasal 351 ayat (2) KUHPidana. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” kata Doni. (Juf)