Satelit Rp 6,58 Triliun Sasar 150 Ribu Titik Pelosok RI

TECHNO

Please enter banners and links.

Rekanbola – Melalui satelit multifungsi, pemerintah menargetkan dapat menjangkau 150 ribu titik di wilayah pelosok Indonesia yang tidak terjangkau oleh Base Transceiver Station (BTS).

Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mulai menjalankan proyek satelit yang sudah memiliki kemampuan High Throughput Satellites (HTS) atau broadband dengan membuka prakualifikasi bagi badan hukum nasional maupun internasional.

“Ada 150 ribu titik entah itu sekolah lain-lain yang secara teresterial tidak terjangkau, yang tidak bisa menggunakan WiFi karena saking terpelosoknya,” ujar Direktur Utama BAKTI Anang Latif di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Sebagai informasi, satelit multifungsi ini akan dimanfaatkan pemerintah di berbagai sektor bagi masyarakat, yakni 93.900 sektor pendidikan (SD, SMP, SMA), 47.900 pemerintahan (kelurahan, kecamatan), 3.900 pertahanan & keamanan (polres, polres, TNI AD-AU-AL), dan 3.700 kesehatan (puskesmas).

Untuk menjangkau titik-titik pelosok tersebut, solusi paling jitu bisa dilakukan melalui pemanfaatan satelit HTS. Bila menggunakan fiber optik, maka ongkosnya bisa mahal.

“Cost-nya cukup murah dibandingkan satelit sekarang, tapi saya sampaikan kalau setelit sekarang USd 1.600 dengan HTS nanti bisa sampai USD 300 dolar per Mbps,” kata Anang.

“Jadi, ini sebuah penghematan lima kali lebih murah. Harapannya dengan satelit HTS sudah meluncur jumlah site 4G lebih banyak walau menggunakan satelit,” ucapnya menambahkan.

Proses pengadaan akan dilakukan sesuai dengan Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Penadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 19 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengadaan Badan Usaha Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.

Ruang lingkup proyek ini meliputi pembiayaan, perancangan, pengadaan, pembangunan, peluncuran, pengoperasian, dan pemeliharaan satelit multifungsi pemerintah.

Dikutip dari pernyataan tertulisnya, Selasa (24/7), Kominfo memperkirakan nilai investasi sebesar Rp 6.580.000.000.000,- (enam triliun lima ratus delapan puluh miliar rupiah).

 

( Sumber : detik.com )