Sekilas Tentang Silogui, Anak Panah Beracun Andalan Suku Mentawai

REKANBOLA – Senjata tradisional, warisan leluhur.

Silogui, anak panah ini merupakan senjata utama yang acap dibawa kaum pria Mentawai. Terutama mereka yang menyandang tugas sebagai seorang ‘Sikerei’ atau dukun adat di Mentawai.

Di Mentawai, silogui wajib dibawa ketika masyarakat adat setempat sedang mengadakan tradisi berburu maupun tatkala menghelat pesta adat.

Saat perburuan dilakukan, tipe silogui pun akan disesuaikan berdasarkan jenis binatang yang hendak diburu.

Semacam silogui jenis ‘Sikaligejat’ yang digunakan tatkala hendak berburu monyet, rusa dan babi hutan, silogui ini terbuat dari batang ribung yang telah diolesi racun panah khas Mentawai.

Racun tersebut merupakan sari berbahan dasar cabai, tuba dan tumbuhan yang dapat ditemukan di pedalaman hutan Mentawai.

Sementara batang anak panahnya diolah dari osi, sejenis manau hutan, tempat penyimpanan anak panah silogui yang disebut ‘bukbuk’, terbuat dari bambu dan lapisan pelepah sagu nan tak mudah pecah.

Konon, saat berburu, masyarakat adat Mentawai yang bertugas diwajibkan berpuasa demi menghindarkan hal yang tak diinginkan tatkala perburuan berlangsung

Saat silogui dilepaskan dan menghujam tepat ke tubuh target buruan, anak panah tersebut akan patah dan seketika racun bekerja menjalari seluruh tubuh hewan buruan.

 

Baca Juga:   Tak masuk akal, 10 barang dijual online ini bikin ngakak geleng kepala