Sekjen PPP Sebut Arahan Jokowi ke TNI-Polri Bukan Politis

Rekanbola – Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani, mengemukakan pendapatnya terkait ucapan Presiden Jokowi yang ingin jajaran TNI/Polri iktu membantu sosialisasi program pemerintah. Menurut dia, Jokowi sebagai kepala negara hanya ingin informasi di luar seperti hoaks yang mengarah ke pemerintah diluruskan oleh instansi negara itu sendiri.

“Saya melihat bahwa pernyataan Pak Jokowi itu berangkat dari realitas yang ada hari ini, bahwa hoax dan ujaran kebencian bahkan fitnah itu lah yang mendominasi media sosial dalam komunikasi politik via medsos,” kata Arsul di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Jumat 24 Agustus 2018.

Arsul menuturkan, pernyataan Jokowi yang disampaikan kepada Siswa Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) dan Peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Sespimti Polri) itu bukan bertujuan menarik aparat negara ke ranah politis.

Ia sangat paham pernyataan itu kemudian berkembang dan justru dimanfaatkan lawan politik apalagi mendekati kontestasi Pemilu 2019.

“Cuma kan tentu barangkali bagi yang di luar pemerintah kan akan mengatakan yang belum dicapai itu seperti apa. Ya disampaikan saja. Artinya itu secara implisit Pak Jokowi ingin kami sampaikan saja,” kata dia.

Arsul yang juga Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin ini meyakini TNI-Polri akan netral. Arahan yang disampaikan Jokowi, kata dia, bukan agar aparat menyampaikan program kampanye melainkan menjalankan tugasnya memastikan keamanan.

“Bagian dari menjaga keamanan adalah menciptakan juga arus informasi yang sehat. Sebab kalau tidak sehat, coba yang mendominasi hoax dan ikatan kebencian kan cenderung meningkatkan emosi masyarakat. Emosi ini paling ringan saja, anarkisme. Cuma itu saja tugasnya,” kata dia.

Baca Juga:   Eks Koruptor Lolos Jadi Caleg, Jokowi: Bawaslu Punya Kewenangan