Sel tahanan di Lapas Sukamiskin yang sudah direnovasi takkan dibongkar

Rekanbola – Ruangan yang sudah direnovasi beserta fasilitas yang ditambahkan oleh napi di Lapas Sukamiskin tidak akan dirombak. Kekhawatiran kerusakan pada konstruksi bangunan menjadi alasan utamanya.

Untuk diketahui, kamar di Lapas Sukamiskin jumlah totalnya sebanyak 556 sel. Jumlah itu dibagi tiga cluster berdasarkan luasan yang masih mempertahankan desain zaman Belanda sejak dibangun pada 1918.

Sel yang kecil variasi ukurannya sebesar 250 cm x160 cm, 250 cm x 157 cm, 252 cm x 160 cm, 257 cm x 156 cm. Ruangan ini kebanyakan berada di lantai bawah. Totalnya ada 463 sel, 122 di antaranya masih tidak berpenghuni.

Lalu, sel berukuran sedang variasi ukurannya 309 cm x 250 cm, 323 cm x 240 cm, 325 cm x 245 cm. Kamar sel ini berada di lantai dua Lapas Sukamiskin dengan total 41 sel, dua sel di antaranya tidak berpenghuni.

Terakhir, sel yang berukuran besar, variasinya seluas 324cm x 250 cm, 329cm x 250 cm, 330cm x 252cm dan 540cm x 247cm. Total keseluruhan sel besar ini 52 ruangan, dua di antaranya tidak berpenghuni.

Kakanwil Kemenkum HAM Jabar, Ibnu Chuldun mengatakan hampir semua sel yang ada di Lapas Sukamiskin dalam kondisi rusak berat. Tembok kamar rata-rata sudah lapuk yang membuat air kerap merembes dan kayu sudah rapuh. Ditambah, toilet banyak yang sudah tidak berfungsi.

Atas dasar itu, banyak penghuni sel yang melakukan renovasi melapisi tembok dengan plywood atau wallpaper dan mengganti toilet dengan kloset duduk. Seperti ruangan yang ditempati napi korupsi, Setya Novanto.

Meski secara aturan tidak boleh penghuni lapas melakukan menambah dan mengurangi kamar, dia menegaskan tidak akan membongkar kamar yang sudah dilakukan renovasi.

Baca Juga:   Kemenkumham bongkar sel mewah di Lapas Sukamiskin temuan Ombudsman

“Toilet duduk dan eksisting kamar yang saat ini ada, yang sudah pelapis dinding akan dipertahankan keberadaannya. Tidak akan dirombak dan tidak dirobohkan. Tidak mungkin, karena anggarannya enggak ada,” katanya saat ditemui di Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Senin (17/9).

Dia menambahkan, jika dibongkar, kemungkinan besar bangunan akan roboh dan tidak akan bisa dimanfaatkan lagi. Kalaupun bisa akan membutuhkan anggaran yang lebih besar lagi.

Meski akan mempertahankan bangunan yang sudah direnovasi, dia memastikan tidak akan ada lagi petugas yang memasukan barang mewah seperti AC, kulkas, TV atau gawai untuk para napi.

“Kami akan tindak tegas oknum yang melakukan hal itu. Tidak ada lagi toleransi,” tegasnya.