Selain tes urine, polisi ambil sampel rambut dan darah Richard Muljadi

Rekanbola – Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan tes urine terhadap Richard Muljadi. Selain tes urine, polisi juga mengambil sampel dari rambut dan darah.

“Ini untuk antisipasi, manakala berkelit,” kata Eko di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (31/8).

Sampel rambut dan darah digunakan jika tes urine yang dilakukan meragukan. Karena Richard diketahui telah setahun lebih menggunakan narkoba.

“Tetapi yang perlu digarisbawahi adalah membongkar jaringannya siapa yang bermain ini. Maka saya tekankan, Pak Kabareskrim juga agar dir narkoba (Polda Metro Jaya) membongkar jaringan di belakangnya tanpa kecuali,” tegasnya.

Untuk mengusut tuntas kasus ini, Bareskrim Polri telah membentuk tim asistensi dan supervisi yang dipimpin oleh satu orang Kombes untuk mem-back up penyidik.

“Saat ini sedang dilakukan pendalaman semua karena tidak menutup kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar lagi,” tuturnya.

“Maka saya bilang sama Wondo direktur narkotika Polda Metro Jaya, jangan main-main,” kata Eko.

Ia pun menjelaskan, agar para penyidik terus melakukan proses penyidikan tanpa terkecuali, meskipun pada akhirnya hakim yang memutuskan. Karena itu juga merupakan perintah langsung Kabareskrim Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto.

“Terserah hakim, yang penting kita proses 114 jo 127 yang penting proses. Yang penting saat anda proses, anda harus kembangkan, siapa aktor di belakangnya,” jelasnya.

Ia pun meminta, agar para penyidik Polda Metro Jaya harus menggali dan mencari tahu siapa yang menyiapkan barang, kurir, hingga bandar yang mengedarkan barang haram tersebut. Hal itu agar pihaknya, bisa dengan segera menangkapnya.

“Oh Richard itu ada lagi ternyata, tangkap lagi. Itu yang kita harapkan. Jangan hanya bertumpu di situ. Yang kita harapkan harus berkembang,” katanya.

Baca Juga:   Polisi Buru Tujuh Sindikat Joki CPNS

Sebelumnya, Richard Muljadi ditangkap penyidik Polda Metro Jaya saat berada di toilet salah satu restoran di kawasan SCBD, Jakarta Selatan pada Rabu 22 Agustus 2018 dini hari. Dia diduga usai mengonsumsi narkoba jenis kokain.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita dua barang bukti yakni ponsel iPhone X yang di layarnya terdapat serbuk putih dan selembar uang kertas dolar Australia yang juga terdapat serbuk putih. Diduga serbuk putih tersebut merupakan kokain sisa pakai.