Sensor Lukisan Telanjang, Facebook Malah Kena Ejek

Rekanbola – Facebook menyensor karya Peter Paul Rubens. Dia adalah pelukis ternama asal Flandria, negara bagian kerajaan federal Belgia, yang terkenal dengan gambar-gambar telanjang.

Kantor wisata Flandria mengirimkan surat terbuka untuk CEO Facebook Mark Zuckerberg, yang ditandatangani sebagian besar museum di kawasan Belgia.

Dalam surat tersebut, mereka menuding Facebook secara sistematis telah menolak karya Rubens. Mereka juga mempertanyakan apakah penggambaran payudara, bokong, dan bentuk anggota tubuh lain pada lukisan tersebut benar-benar tidak senonoh.

Selain mencibir sensor yang dilakukan Facebook kepada lukisan Rubens, isi surat itu juga menyebutkan bahwa pelarangan ini telah mempersulit para seniman.

Dikutip  dari Business Insider, Kamis (26/7/2018), melalui surat itu, para seniman juga menyampaikan bahwa sebenarnya mereka ingin mempromosikan karya seniman Flandria dan pesona wisatanya lewat Facebook.

“Karena Facebook menjadi platform yang digunakan oleh banyak pecinta seni. Seni itu keterhubungan, sama seperti media sosial,” tulis mereka.

Tak lupa, mereka mengingatkan Facebook bahwa jika Rubens punya akun Facebook, dia akan memiliki Fan Page dengan jumlah penggemar yang besar.

Facebook memang tidak memiliki larangan khusus terhadap karya seni tanpa busana. Namun penayangan iklan pada Facebook tidak mengizinkan adanya konten dewasa, termasuk iklan tanpa busana, meskipun iklan tersebut merupakan salah satu bentuk seni.

Untuk mengilustrasikan apa yang dimaksud oleh para penandatangan surat terbuka tersebut, dewan wisata Flandria merilis sebuah video yang menampilkan ‘agen polisi media sosial’ yang melarang para pengunjung galeri seni yang memiliki media soial untuk melihat lukisan tanpa busana.

Kepala eksekutif kantor wisata Flandria mengatakan, mereka sangat menyayangkan hal ini. Karena itu berarti, mempromosikan warisan budaya yang unik melalui platform paling populer di seluruh dunia merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan saat ini.

Menanggapi permasalahan ini, Facebook akhirnya setuju untuk berdiskusi dengan perwakilan kantor wisata Flandria. Tindak lanjut dari kejadian ini baru akan diketahui setelah melihat hasil diskusi tersebut.

 

( Sumber : detik.com )