Setelah PGN Caplok Pertagas, Ini PR untuk Holding Migas

Rekanbola – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) resmi mencaplok PT Pertamina Gas (Persero) atau Pertagas hari ini. Menurut Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Tanri Abeng, ada pekerjaan rumah (PR) besar yang menanti setelah proses tersebut.

Kata dia, saat ini Pertagas yang anak usaha Pertamina memang sudah merger alias bergabung secara finansial dengan PGN. Namun, selanjutnya kedua entitas harus mulai merger dari sisi kultur.

“Iya PR-nya salah satunya itu adalah cultural merger ya. Ini kan sudah financial merger kan. The next is cultural merger,” kata Tanri Abeng saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Menurutnya penggabungan tersebut tidak mudah. Pasalnya kultur antara Pertagas dan PGN cukup berbeda.

“Itu lebih sensitif karena nanti penggabungan kan di situ ada manajemen dari PGN dan Pertagas. Ini kita mesti jadikan satu unit yang bisa sinergi tapi itu nggak gampang karena kultur Pertagas itu berbeda dengan PGN,” terangnya.

“Karena PGN listing company, Pertagas anak perusahaan Pertamina. Ini kasarnya masih monopoli kan. Nah itu kultur berbeda, tapi tergantung kepada siapa yang jadi pimpinan di situ,” terangnya.

Setelah PGN resmi bergabung dengan Pertagas, maka proses pembentukan Holding Migas sudah selesai. Selanjutnya, Pertamina sebagai holding juga harus bisa mengembangkan anak-anak usaha.

“Saya kira kalau kita lihat ya ini PGN sudah masuk, yang harus dilakukan adalah Pertamina harus bisa kembangkan anak anak perusahaannya. Jadi nanti Pertamina menjadi holding, yang betul betul holding. PGN hanya jadi salah satunya,” paparnya.

“Nanti akan akan ada holding di hulu, holding di internasional, holding di down stream. Pertamina akan jadi konglomerasi daripada holding company,” tambahnya.

Baca Juga:   Harga Terjangkau, Bibit Bijih Cocok untuk Petani Bawang

 

 

( Sumber : detik.news )