Sidang kasus proyek Pasar Turi diwarnai perdebatan hakim dan kuasa hukum Henry

Rekanbola – Persidangan kasus penipuan dan penggelapan proyek Pasar Turi yang menjerat bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) Henry Jocosity Gunawan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terus bergulir. Sempat terjadi ketegangan saat akan digelar sidang dengan agenda mendengarkan keterangan kesaksian dari Direktur PT Graha Nandi Samporna (GNS), Drs Ir Irianto dan Widjiono Nurhadi, Kamis (27/9).

Kuasa hukum Henry, Yusril Ihza Mahendra menilai majelis hakim yang memimpin kasus tersebut tak kompeten dan diminta mundur. Majelis hakim terdiri dari Anne Rusiana (Ketua), Pujo Saksono dan Dwi Purwadi (hakim anggota).

Yusril berpendapat, perkara pidana yang dipimpin Hakim Anne Rusiana tersebut tidak bisa dipisahkan dari perkara perdata yang sudah diputuskan majelis hakim yang diketuai hakim Anne juga di tahun 2015 silam. Perdebatan tak dapat dihindarkan.

“Saya ini dipercayakan dan ditugaskan Ketua Pengadilan untuk mengadili perkara ini dan saya tidak berkepentingan dengan perkara ini baik langsung maupun tak langsung, jadi tidak ada alasan saya untuk mengundurkan diri, karena tidak ada hubungan keluarga atau apapun,” tegas Hakim Anne.

Akhirnya, sidang pun ditunda hingga Senin (1/10) mendatang.

Di waktu terpisah, Ketua PN Surabaya, Sudjatmiko membenarkan adanya surat yang dilayangkan Yusril terkait pergantian hakim. “Kami akan jawab suratnya,” ujar Sudjatmiko saat dikonfirmasi melalui selulernya.

“Jika memang belum ada jawaban, keputusan untuk melanjutkan sidang ada pada hakim yang sudah kami tunjuk” tambah Sudjatmiko.

Sekadar diketahui, dalam sidang ini, Henry didakwa atas laporan 12 pedagang Pasar Turi yang menyebut bos PT GBP itu telah melakukan penipuan dan penggelapan uang pencadangan biaya pengurusan sertifikat strata title kios Pasar Turi Rp 120 juta.

Baca Juga:   Mengaku polisi, 3 pria bertopeng begal pemotor di Palembang

Pihak Henry menduga, di belakang ke-12 pedagang pemilik kios di Pasar Turi itu ada Teguh Kinarto Tee dan Heng Hok Soei, yang juga melaporkan Henry ke Bareskrim Mabes Polri atas tuduhan kasus yang sama. Teguh sendiri juga tengah bermasalah dengan kasus penipuan dan penggelapan proyek apartemen PT Sipoa.