Simpan ratusan amunisi, Eko beralasan untuk lomba menembak

Rekanbola – Pengadilan Negeri Denpasar menyidangkan terdakwa Eko Bayu Ariefianto (41) karena kedapatan menyimpan ratusan amunisi airsoft gun dan peluru tajam yang tidak memiliki izin dari pihak berwenang.

Jaksa penuntut umum (JPU) I Made Dipa Umbara dalam sidang pembacaan dakwaan yang dipimpin ketua majelis hakim IGN Putra Atmaja di Denpasar menilai perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“Perbuatan terdakwa melawan hukum menerima, mencoba memperoleh, menguasai, mempunyai, menyimpan, menyembunyikan, mempergunakan, atau memasukkan senjata api, amunisi, dan sesuatu bahan peledak ke Indonesia,” kata JPU, seperti dilansir Antara, Kamis (27/9).

Dalam dakwaan jaksa terungkap, penangkapan tersangka bermula saat Tim Subdit I Dit Reskrimum bersama Tim CTOC dan Brimob Polda Bali menggerebek rumah Eko Bayu yang beralamat di Jalan Gandapura III E, Nomor 43, Banjar Kertalangu, Denpasar Timur, 26 Juni 2018 pukul 21.30 Wita.

Dari hasil penggerebekan kediaman Eko itu, anggota menemukan amunisi kaliber berukuran 7,62 milimeter (mm) sebanyak 9 butir, amunisi kaliber 5,56 mm sebanyak 124 butir, amunisi kaliber 40 mm (9 butir), amunisi kaliber sebilan mm (104 butir), satu peluru soft gun slug dan satu proyektil.

Petugas juga mendapati 1 butir kaliber 45, 1 butir kaliber 38, sebanyak 20 butir peluru hampa, tujuh proyektil, 135 selongsong peluru, satu invinite vowder antihuru-hara, dua airsoft gun laras panjang, dan dua laras pendek, lima sangkur, dan sebuah pisau

Saat diinterogasi petugas, terdakwa mengaku menyimpan amunisi aktif tersebut untuk digunakan kembali pada kejuaraan menembak. Sedangkan selongsong peluru dan proyektil yang disimpan terdakwa diakuinya disimpan sebagai kenang-kenangan usai mengikuti perlombaan.

Baca Juga:   Dalam 3 Tahun, Permukaan Tanah Malang Raya Turun Mencapai 3 Meter

Namun, kepemilikan dan penyimpanan amunisi yang didapat dari rumah terdakwa itu tidak memiliki izin pihak berwenang terkait dengan kepemilikan dan penyimpanan amunisi tersebut.