Sinergi BRI dan Pertani Serap 639 Ton Gabah Petani

 

Rekanbola.com – Pengendalian harga pangan menjadi salah satu fokus pemerintah. Sejumlah upaya dilakukan untuk mengendalikan pangan, terutama beras.

Baca Juga :

5 Tips Seks Gunakan Film Porno Untuk Panaskan Ranjang Pasutri

Salah satunya dilakukan BRI dengan PT Pertani. Bagaimana langkah kedua institusi ini ikut mengendalikan harga pangan?

1. Per Februari 2018 Harga Gabah Stabil Rp 5.000-an

Sinergi BRI dan Pertani Serap 639 Ton Gabah Petani

Dilansir dari pertanian.go.id, Senin (7/5), harga gabah per Februari berjalan stabil dalam kisaran Rp 5.000. Komoditi Gabah Kering Giling (GKG) Rp 5.961. Sedang, Gabah Kering Panen (GKN) Rp 5.207. Untuk kualitas rendah Rp 4.756.

2. Sejauh ini sudah terserap hingga 639 ton

Sinergi BRI dan Pertani Serap 639 Ton Gabah Petani

BRI dan Pertani bekerja sama dalam menyerap gabah khusus di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Sejak dicanangkan pada 20 Maret 2018, sinergi BRI dengan BUMN Pangan telah menyerap gabah dengan total 639 ton. Terdiri dari Karanganyar sebanyak 225 ton, Sragen sebanyak 168 ton, Klaten sebanyak 36 ton, selanjutnya di Bantul sebanyak 210 ton.

Direktur Mikro dan Kecil BRI Priyastomo menyampaikan bahwa sebagai wujud nyata peran Bank BRI dalam mendukung kemajuan pertanian Indonesia, selain menyukseskan Program Sergap, Bank BRI terus melakukan pendistribusian Kartu Tani di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

3. BRI juga sediakan KUR untuk petani dengan plafon Rp 1,6 triliun

Sinergi BRI dan Pertani Serap 639 Ton Gabah Petani

Selain program penyerapan gabah, petani di sejumlah kawasan Jateng dan Yogyakarta tersebut juga mendapatkan KUR BRI dengan rata-rata sebesar Rp 10,5-12,5 juta/hektare untuk budidaya tanaman padi dan selama petani melakukan budidaya padi akan berkesinambungan dan diharapkan dengan mendapatkan KUR BRI dapat meningkatkan taraf hidup kesejahteraan petani.

Baca Juga:   Sempat Lapor Mati Mesin, Kapal Bawa 12 Penumpang & 1 Jenazah Hilang Perairan Tual

Bank BRI telah menyalurkan KUR kepada petani padi pemilik Kartu Tani di Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan total plafon sebesar Rp 1,6 triliun.

4. Pelaksanaan program serap gabah terkini dilaksanakan di Kabupaten Bantul

Sinergi BRI dan Pertani Serap 639 Ton Gabah Petani

Sementara terbaru, program serap gabah dilaksanakan di Kabupaten Bantul. Secara simbolis kegiatan ini diresmikan di Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Imogiri Bantul, dengan luas lahan panen 21 hektare dan estimasi penyerapan gabah sebanyak 210 ton.

Hadir pada acara ini Menteri BUMN RI Rini M Soemarno, Direktur Pertani Poernomo, Direktur Utama Bulog Budi Waseso, Direktur Utama Taman Wisata Candi Edy Setijono, Direktur Pupuk Indonesia Holding (PIHC) Achmad Tossin Sutawikara, Direktur Utama PTPN III  Dolly P.Pulungan, Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, Direktur Utama BTN Maryono, Direktur Mikro dan Kecil BRI Priyastomo, Direktur Ritel dan Menengah BRI Supari serta Executive Vice President BRI Regional Yogyakarta Hari Siaga Amijarso

Pada kesempatan ini Menteri BUMN melakukan kunjungan kerja untuk menyaksikan secara langsung pelaksanaan Program Serap Gabah BUMN Berbasis Kartu Tani & Gerakan Stabilisasi Harga Pangan dengan menyalurkan beras melalui agen Bank Himbara.

Prioritas serap gabah petani ini adalah pembelian gabah dari petani debitur Kredit Usaha Rakyat BRI (KUR) BRI dan pemegang Kartu Tani BRI dengan kerja sama PT. Pertani dan Bulog.

(Sumber : business.idntimes.com)

Baca Juga :