Sisihkan Sloane Stephens, Kiki Bertens Kembali Ke Final Madrid Open

REKANBOLA – Petenis unggulan ketujuh, Kiki Bertens mempertahankan performa apiknya di Madrid Open usai mengalahkan petenis unggulan kedelapan, Sloane Stephens dengan 6-2, 7-5 di semifinal.

Setelah melenggang ke final Madrid Open untuk kedua secara beruntun, petenis berkebangsaan Belanda, Bertens menuturkan, “Saya sangat menyukai turnamen ini. Saya menyukai clay-court dan ketinggian tempat ini. Jadi, saya pikir hal itu banyak membantu permainan saya.”

Bertens membalaskan kekalahannya di final Madrid Open musim lalu ketika menaklukkan juara bertahan, Petra Kvitova di perempatfinal dan setelah itu, ia mengklaim kemenangan pertama dari tiga pertemuan melawan runner up French Open musim lalu, Stephens setelah 89 menit, termasuk mengamankan tiga set point di set kedua. Di sepanjang pertandingan, Bertens melesatkan 12 winner, dua kali lebih banyak daripada winner milik Stephens dan Bertens mengkonversi empat dari 10 break point yang diciptakannya.

“Stephens bisa mengembalikan banyak bola dan masih bisa menembakkan pukulan-pukulan yang memukau. Jadi, anda harus selalu siap untuk hal seperti itu. Saya pikir sangat baik ketika saya mematahkannya setelah ia mematahkan saya dan saya masih bisa berjuang demi kemenangan set kedua,” lanjut Bertens.

Bertens melenggang ke final turnamen WTA ke-11 dalam kariernya tanpa kehilangan satu set pun dan ia mengincar gelar kesembilan dalam kariernya.

Juara di St. Petersburg musim ini, Bertens selanjutnya akan bertemu petenis unggulan ketiga sekaligus juara dua kali di Madrid, Simona Halep yang mengalahkan Belinda Bencic dengan tiga set di semifinal lainnya.

“Saya bisa mengatakan, pertandingan itu akan menjadi pertandingan yang benar-benar alot. Di pertemuan-pertemuan sebelumnya, kami melakoni pertandingan yang sengit. Ia juga menyukai clay-court dan turnamen ini. Ia telah memenangkannya dua kali. Jadi, saya pikir pertandingannya akan ketat. Saya sangat menantikannya,” imbuh Bertens.

Baca Juga:   Permalukan sang Idola, Siniakova Buka Kans Pertahankan Gelar