Siswa SD Dihukum Turun Kelas, Aktivis: Tidak Manusiawi

Rekanbola – Empat siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Enrekang, Sulsel, dihukum turun kelas dari kelas VI menjadi kelas V. Aktivis anak Sulsel mengecam hukuman itu dan menyebut sebagai hukuman yang merendahkan.

“Ini hukuman yang berlebihan, merendahkan dan tidak manusiawi,” kata aktivis Peduli Anak, Rusdin Tompo saat berbincang dengan rekanbola, Jumat (31/8/2019).

Rusdin mengatakan permasalahan istiah bandel masih bersifat subyektif. Apalagi, anak-anak ini masih dalam tahap perkembangan secara psikologis.

“Kalau dia melanggar tatib sekolah kan tatib sekolah jelas sanksinya, sehingga menurut saya dengan menghukum menurunkan kelas bisa mempermalukan anak,” ujarnya.

“Mereka bakal dibully, akan sangat tidak bagus sevara psikologis. Anak-anak bisa pada tekanan sosial secara psikis,” sambungnya.

Seharusnya guru-guru di sekolah tersebut bertugas mendidik anak dan segera mengembalikan keempat anak itu ke kelasnya di kelas VI dari kelas V. Dia juga meminta pemerintah sempat mengambil langkah tegas atas masalah ini.

“Yang diutamakan adalah prinsip kepentingan terbaik anak, prinsip perkembangan dan pertumbuhan,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, empat siswa diturunkan kelas, dari kelas VI menjadi kelas V. Pihak sekolah menurunkan kelas dengan alasan si siswa bandel.

“Iya saya dapat kabarnya seperti itu ada penurunan kelas,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Irman Yasin Limpo.

Baca Juga:   Polisi akan Periksa Bupati Demak Terkait Kecelakaan yang Tewaskan Ajudan