Siswi Australia Bunuh Diri Karena Dibully dan Diperkosa Bergilir. “Pesan Kematiannya” Membuat Hati Orang-orang Hancur!

Hai para pelajar, stop bullying!
Sponsored Ad

 

Rekanbola.com – Kasus intimidasi, atau biasa dikenal dengan istilah bullying, semakin sering dijumpai di sekolah-sekolah saat ini. Seorang pelajar Australia, Cassidy Trevan, memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di usia yang masih sangat muda akibat pembullyan.

Cassidy yang ketika itu baru berumur 13 tahun dibully secara fisik dan mental oleh sekelompok siswi hingga sempat berhenti sekolah selama beberapa waktu. Ketika Cassidy kembali bersekolah, sekelompok siswi tersebut meminta minta maaf dan berlaku baik terhadapnya. Tak disangka, hal itu hanyalah kepura-puraan untuk menjebak Cassidy. Mereka membawa Cassidy ke sebuah rumah kosong untuk diperkosa secara bergilir oleh dua lelaki.

Cassidy sangat terpukul dan stress berat akibat kejadian tersebut. Sadisnya, sekelompok siswi ini tak berhenti sampai disana! Setelah Cassidy pindah sekolah, mereka terus meneror Cassidy melalui telepon dan media sosial hingga dua tahun kemudian Cassidy memutuskan untuk bunuh diri…

Berikut adalah pesan kematian Cassidy di beritakan oleh media beberapa waktu lalu:

Saya adalah siswi sekolah XXX. Saya diperkosa ketika masih bersekolah disana. Saya menulis surat ini bukan untuk mencari perhatian, namun untuk memperingatkan semua orang (termasuk para pelajar dan orang tua) melalui kejadian yang telah menimpa saya. Jika mereka mampu melakukan hal ini terhadap saya, maka mereka juga mungkin saja melakukan hal yang sama terhadap orang lain. Anda sekalian punya kekuatan untuk mencegah hal ini. Mohon diingat, mereka yang melakukan hal ini hingga saat ini masih bersekolah di XXX. Walau sulit dipercaya, namun ini adalah kenyataan. 

Saya menulis surat ini bukan untuk balas dendam terhadap orang-orang yang telah membully dan memperkosa saya, juga bukan untuk mencari perhatian. Saya menulis surat ini demi 1500 orang pelajar yang saat ini masih bersekolah di XXX. Saya merasa bertanggung jawab untuk memperingatkan mereka mengenai bahaya yang ada di sekolah. Ketika saya mengalami kejadian ini, pihak sekolah tidak melakukan upaya apapun untuk membantu saya. 

Saya menulis surat ini juga demi diri saya sendiri. Setelah hampir dua tahun kejadian ini berlalu, masih ada saja pelajar yang membully saya melalui Facebook. Beberapa dari mereka bahkan tidak saya kenal. Saya tidak bisa menghentikan cemooh dan bullyan mereka, tapi setidaknya saya bisa memberitahu anda sekalian mengenai kejadian yang sebenarnya. Namun demikian, seperti yang saya katakan sebelumnya, yang terpenting adalah saya ingin memperingatkan para pelajar disekolah akan bahaya yang ada di dekat mereka.

 

Nama saya adalah Cassidy Trevan, saya diperkosa. Jika ada orang yang hendak melakukan hal ini terhadapmu, kamu harus melawan mereka sekuat tenaga. Jika tidak, kamu akan menyesal seperti saya. Kamu pasti bisa!

Linda, ibu Cassidy, mengungkapkan kepedihannya dan juga menyalahkan para pelaku atas kematian anaknya melalui tulisan di media sosial. Linda menutup tulisannya dengan pesan berikut:

 

Saya bukan orang yang kejam, pemarah, ataupun pendendam… namun apa yang telah kalian lakukan… Saya harap kalian takkan pernah memaafkan diri sendiri dan takkan melupakan nama Cassidy Trevan. Darahnya akan tetap membekas di tangan kalian selama kalian hidup.

Bullying telah membunuh anak saya, bullying harus ditangani dengan serius.

Mohon bagikan pesan ini.

Linda Trevan

 

Sungguh tragis…

Hai para pembully, sadarlah! Stop bullying sekarang juga!

Hai para korban bully, lawanlah! Cari bantuan sekarang juga!

Hai pihak sekolah, cegah dan berantaslah! Tangani bullying sekarang juga!

Hai para orang tua, waspadailah! Perhatikan dan arahkan anak anda sekarang juga!

 

Recommended

Facebook Comments

Follow me on rekanbola twitter