Smith Rowe Contoh Ideal Bagi Pemain Muda Arsenal

Rekanbola – Pelatih Arsenal, Unai Emery memberi pujian pada pemain muda Emile Smith Rowe. Menurut Emery, Smith Rowe adalah contoh yang paling ideal bagi pemain muda Arsenal untuk bisa meraih sukses.

Smith Rowe menjadi salah satu pemain yang mendapat kesempatan promosi ke tim utama pada musim 2018/19. Smith Rowe memang belum tampil di Premier League, tapi dia sudah dua kali bermain di ajang Carabao Cup. Satu gol mampu dicetak Smith Rowe.

Smith Rowe juga kerap menjadi pilihan utama saat Arsenal bermain di Liga Europa. Pemain berusia 18 tahun tersebut empat kali bermain di Liga Europa. Dua gol mampu dicetak oleh Smith Rowe di Eropa.

Salah satu penampilan gemilang Smith Rowe terjadi saat Arsenal menang dengan skor 0-3 atas Vorskla, Jum’at (30/11) dini hari WIB. Pada laga tersebut, Smith Rowe sukses mencetak satu gol untuk The Gunners.

 

Contoh Ideal

Seperti pada era Arsene Wenger, Unai Emery juga melanjutkan tradisi untuk memainkan para pemain pemain mudah. Emile Smith Rowe adalah salah satunya. Dan, Emery menilai Smith Rowe adalah contoh yang baik bagi pemain muda lain yang ingin ke tim utama.

“Smith Rowe percaya diri, dia bertanggung jawab dan saya pikir penampilannya selama 90 menit sangat bagus,” puji Emery dikutip dari Four Four Two.

“Dia adalah contoh yang baik bagi pemain muda lain. Kami rasa mereka bisa membantu kami tapi mereka butuh kepercayaan diri ketika bermain. Jadi, mereka bukan hanya bersama kali saat sesi latihan.”

“Mereka harus mendapatkan menit bermain pada laga seperti ini. Kami ingin mereka punya tanggung jawab seperti halnya Smith Rowe. Mereka harus menunjukkan bahwa mereka bisa lebih baik dan layak bertahan bersama tim utama,” tandas Emery.

Baca Juga:   Allegri Tak Masalah Ronaldo Masih Mandul di Juventus

 

Puas Performa Pemain Muda

Pada laga melawan Vorskla, Unai Emery membuat keputusan dengan menurunkan sejumlah pemain mudah. Selain Emile Smith Rowe, Emery juga memainkan Joseph Willock, Edward Nketiah dan Maitland-Niles. Bukayo Saka pun diberi menit bermain.

“Kami bermain dengan pemain muda dan mereka juga berlatih dengan kami setiap hari. Selama 90 menit, tujuan pertama kami adalah menang, setelah itu kami harus memberi kesempatan pemain lain dari bangku cadangan dan hasilnya,” tutup Emery.