Soal Rumor Pemecatan Lopetegui, Ramos: Bukan Keputusan Pemain

Rekanbola – Kekalahan Real Madrid dari Barcelona dengan skor telak 1-5 di jornada ke-10 La Liga 2018/19, Minggu (28/10) malam WIB kemarin bisa jadi terasa seperti hukuman mati untuk sang pelatih, Julen Lopetegui. Saat ini dia tak kuasa atas nasibnya sendiri di kursi pelatih Madrid.

Lopetegui terbukti gagal menjaga level permainan Madrid. Tercatat musim ini Madrid tak pernah meraih kemenangan di lima laga terakhir La Liga. Bahkan, dalam 7 laga terakhir di semua kompetisi, Madrid kalah 5 kali, imbang sekali dan menang sekali.

Torehan tersebut tentu berbeda jauh jika dibandingkan dengan era Zinedine Zidane. Mengingat sejarah Madrid, potensi pemecatan Lopetegui dalam beberapa hari ke depan tampaknya sangat mungkin terwujud.

Meski demikian, Lopetegui ternyata tetap mendapat dukungan penuh dari ruang ganti. Baca penjelasan selengkapnya di bawah ini:

 

Bukan Keputusan Pemain

Kapten Real Madrid, Sergio Ramos menegaskan bahwa para pemain tetap akan mendukung sang pelatih 100 persen. Dia menegaskan keputusan pemecatan itu hanya datang dari level atas hierarki klub.

“Sebagai kapten, saya adalah yang pertama untuk menunjukkan wajah saya dan saya yakin masih ada banyak hal yang bisa kami lakukan. Kami harus terus bertumbuh dan berkembang, itulah mentalitas yang kami butuhkan,” ungkap Ramos di laman resmi realmadrid.

“Itu [pemecatan] bukanlah keputusan kami [pemain]. Kami selalu mengatakan bahwa kami 100 persen mendukung siapa pun yang jadi pelatih dan keputusan seperti itu datang dari atas dan kami harus menerimanya.”

 

Tetap Tenang

Lebih lanjut, Ramos meminta rekan setimnya tetap tenang meski rumor pemecatan pelatih terus menguat. Menurutnya, saat ini skuat Madrid harus introspeksi diri sendiri dan tak boleh menuding siapa pun.

Baca Juga:   Hanya Untuk Dijual. Real Madrid Tidak Akan Pinjamkan James Rodriguez

“Kita lihat saja apa yang akan terjadi dalam beberapa jam ke depan. Kami harus tetap tenang, tidak menuding siapa pun dan melihat diri kami sendiri.”

“Respek itu diperoleh, tidak dipaksakan. Pada akhirnya, cara mengelola ruang ganti biasanya lebih penting daripada perihal teknik,” sambung Ramos.

“Sebagai skuat kami selalu mendukung pelatih, tetapi hasil pertandingan juga menentukan nasib pelatih.”