Sri Mulyani: Aset Penting dari Suatu Negara Adalah Manusia

REKANBOLA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, peranan sumber daya manusia (SDM) sangat penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah telah mengalokasikan 20 persen anggaran tahun ini untuk peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan.

“Aset yang paling penting dari negara adalah manusia. Dan kualitas manusia harus jadi pusat perhatian kita. Untuk Indonesia sesudah reformasi, kita punya komitmen 20 persen anggaran negara kita untuk pendidikan. Artinya tahun ini kita habiskan Rp 440 triliun untuk pendidikan saja,” ujar Sri Mulyani di Le Meredien, Jakarta, Selasa (13/11).

Sri Mulyani mengatakan, sebagian dari dana tersebut dipakai untuk dana abadi pendidikan dalam bentuk pemberian beasiswa terhadap anak bangsa yang memiliki kemauan untuk menempuh pendidikan di universitas ternama luar negeri. Hingga 2018, pemerintah telah mengirimkan sebanyak 18.000 pelajar ke luar negeri.

“Sebagian dialokasikan untuk dana yang sifatnya dana abadi pendidikan. Yang dipakai untuk bayar beasiswa mahasiswa kita untuk bisa sekolah di universitas terbaik dunia. Sudah lebih dari 18.000 yang kita kirim, lebih dari 7.000 yang sudah selesai dan 9.000 yang on going,” jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, pemerintah masih akan terus fokus membenahi kualitas SDM Indonesia. Presiden Jokowi sendiri meminta memperkuat pengelola pendidikan termasuk penelitian bagi universitas maupun institusi pemerintahan.

“Kita juga lakukan untuk institusi yang penting, karena kalau kualitas SDM di institusi tidak mengalami perkembangan yang cepat maka mereka akan bisa jadi faktor penghalang kemajuan Indonesia. Oleh karena itu, institusi di Indonesia pemda, polri, dan sebagainya itu juga jadi target beasiswa kita selain universitas,” tandasnya.

Baca Juga:   Neraca Dagang RI Bisa Surplus US$ 4 Miliar di Akhir Tahun