Stunting Ancam Indonesia, RR: Contoh Jepang

Rekanbola Ancaman stunting atau gagal berkembang anak di usia dua tahun saat ini tengah mengancam Indonesia. Atas hal itu, ekonom senior Rizal Ramli meminta pemerintah serius dalam program perbaikan gizi.

Ekonom senior Indonesia DR. Rizal Ramli menyarankan pemerintah mencontoh Jepang saat bangkit mengatasi stunting pasca tragedi bom atom di penghujung Perang Dunia II .

“Dulu di Jepang sehabis perang kehidupannya miskin sekali, seluruh ekonominya lumpuh. Tapi pemimpin Jepang waktu itu tidak mau pemudanya di masa yang akan datang tidak bisa kalahkan bule yang sudah ngebom mereka,” jelasnya di media center Prabowo-Sandi, Jakarta, Jumat (9/11).

Pemerintah Jepang, kata dia, ketika itu menyiapkan anggaran untuk anak-anak balita agar bisa minum susu. Alhasil, anak-anak tersebut tumbuh dewasa, berbadan sehat dan memiliki otak yang pintar.

Sementara, dia melihat kondisi Indonesia berdasarkan data ada sepertiga anak yang mengalami stunting. Itu, lanjut dia, membuat anak sulit berkembang di masa mendatang.

“Itu yang harus kita antisipasi dari awal,” kata menko perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut.

20 persen anak stunting, lanjut dia sudah dialami sejak di dalam kandungan. Kemudian 80 persen lagi setelah si ibu melahirkan. “Artinya harus ada program buat naikkan protein ibu-ibu hamil. Kasih susu, telur kan bisa. Adakan dong program seperti itu,” kata dia.

Baca Juga:   PKS Desak Pelaku Intimidasi Ustaz Somad Diusut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *