Sudah Usia Kepala 4, Ini Alasan Hary Susanto Tampil di Asian Para Games

Rekanbola – Atlet bulutangkis, Hary Susanto, sudah berusia 43 tahun, tapi masih rutin berlatih dan menjadi bagian Tim nasional bulutangkis. Apa alasan terbesarnya?

Hary memiliki disabilitas pada kakinya. Dia mengalami kecelakaan pada 1997 saat dibonceng oleh temannya. Akibat kecelakaan itu, kaki kanannya tak bisa berfungsi secara normal.

Tapi, dia tak bsia meninggalkan hobinya, bermain bulutangkis. Hobi itu menjadi pembuka jalan masuk ke pelatnas National Paralympic Committee (NPC) Indonesia 12 tahun silam.

Selama itu pula dia berhasil menorehkan berbagai prestasi. Bahkan, saat ini, Hary merupakan peringkat pertama dunia di kategori SL 3 dan SL 4.

“Bertahan saja. Jika masih bisa main ya bertahan saja terus,” kata Hary kepada pewarta usai menyegel medali emas bulutangkis beregu putra di Asian Para Games 2018. 

“Target saya sebenarnya di Paralimpiade 2020 Tokyo. Saya main satu nomor saja mix double,” dia menambahkan.

Bukan perkara mudah bagi Hary untuk bersaing dengan atlet-atlet yang lebih muda. Tapi, dia menyimpan banyak kelebihan yaitu pengalamannya.

“Pola hidup, makan teratur, istirahat. Jadi jaga saja kesehatan. Kelebihan pengalaman, kedua teknik karena kalau main ngotot malah keteteran,” ujar dia.

Langkah Hary menuju paralimpiade memang cukup menjanjikan. Di Asian Para Games, Harry bersama kelima rekannya sukses mempersembahkan medali emas pertama untuk Indonesia.

Mereka mengalahkan timnas Malaysia di Istora Senayan, Minggu (7/10/2018) dengan skor 2-1. Atas prestasinya itu dia diganjar bonus Rp 1 miliar.

“Saya pribadi jika Allah mengizinkan ingin ibadah haji,” kata Hary.

Usai beregu, Harry akan turun di ganda putra dan nomor mix double bersama Leani Ratri Oktila. Pada nomor ganda campuran, Hary, dia menjadi unggulan pertama.

Baca Juga:   VIDEO: Highlights Kemenangan Marcus / Kevin di Final Bulutangkis Ganda Putra Asian Games 2018

“Secara pribadi ingin medali emas juga. Peluangnya lebih ada di ganda campuran. Mudah-mudahan Allah mengizinkan,” dia mengungkapkan.

“Apalagi didukung banyak penonton. Keluarga juga datang, anak, istri, dan adik datang. Mereka menambah semangat. Ini kebetulan di Indonesia saja (jadi pada datang),” katanya.