Sukses Menjadi CEO Muda, Pria “Sixpack” Ini Malah Divonis Kanker Stadium Akhir. Namun “sikapnya ini” berhasil membuat semua orang terpukau!

Rekanbola.com Pria ini bernama Leo, seorang CEO muda asal Taiwan. Leo berasal dari keluarga yang tidak mampu, sejak SMA ia sudah mulai kerja sambilan dan setelah lulus ia pun melakukan berbagai macam pekerjaan, ia bahkan pernah menjadi sopir taksi!

Leo bekerja tanpa kenal lelah demi kehidupan yang lebih baik, hingga suatu ketika, ia mulai bekerja sebagai pegawai di sebuah perusahaan. Leo terus bekerja di perusahaan tersebut hingga 12 tahun kemudian ia berhasil menjadi CEO pada usia 46 tahun.

Di tengah kesibukannya, Leo selalu menyempatkan diri untuk olahraga. Dari bentuk tubuhnya saja, kita bisa tahu berapa banyak waktu yang Leo luangkan untuk olahraga. Namun demikian, takdir seakan sengaja mempermainkan Leo, ia divonis mengidap kanker hidung stadium 4 oleh dokter.

 

Pada mulanya Leo merasa telinganya seperti kemasukan air sehingga tak dapat mendengar dengan jelas. Dokter THT yang memeriksa Leo mengatakan bahwa ia mengalami radang telinga, namun setelah minum obat beberapa waktu, keadaan Leo tak juga membaik.

Akhirnya Leo memutuskan untuk periksa ke rumah sakit. Ketika itulah ia tahu bahwa dirinya tengah mengidap kanker tahap akhir, dimana kemungkinan bertahan hidup selama dua tahun kedepan tak mencapai 10%.

Hebatnya, Leo menghadapi vonis dokter dengan tegar, ia hanya berkata, “Lalu apa yang harus saya lakukan?”. Sejak saat itu Leo pun menjalani berbagai macam pengobatan. Tak disangka, efek samping pengobatan cukup mengerikan.

Leo terus merasakan pusing, mual, mulut sobek hingga tak bisa makan, dan bahkan kehilangan pendengaran telinga kirinya. Untungnya, memasuki tahun kedua masa pengobatan, keadaan Leo berangsur membaik, ia bahkan sudah bisa melakukan sedikit olahraga ringan.

Leo menghadapi semuanya dengan optimis. “Penyakit ini membuatku lebih menghargai kehidupan, menghargai keluarga, dan tentunya menghargai kehidupan. Aku ingin menemani keluargaku lebih lama, oleh sebab itu aku terus berkata pada diriku sendiri bahwa aku harus menang melawan penyakit ini.” ujar Leo.

Leo tidak pernah menganggap dirinya sebagai orang sakit dan berusaha untuk menjalani kehidupan selayaknya orang normal. Tak terasa, Leo sudah melewati batas waktu yang di perkirakan dokter, sudah lebih dari dua tahun Leo bertahan hidup.

“Selama dokter belum menjatuhkan vonis mati, itu berarti aku masih punya kesempatan hidup, meskipun hanya ada 1% kemungkinan, aku akan memperjuangkan 1% tersebut!” ucap Leo.

Kini Leo sering membagikan pengalaman hidupnya di media sosial, ia juga sering diundang sebagai pembicara di berbagai seminar.

Sobat Rekanbola, jangan pernah menyerah dalam menghadapi penyakit apapun, tak peduli berapa persen kemungkinannya, teruslah berjuang! Percayalah, kamu pasti sanggup!

MEMEK MAMA DAN SAUDARI CANTIK KU MASIH TERASA SEMPIT KETIKA KU ENTOT

Recommended

Demi Selamatkan Pasien, Dokter Ini Rela Tidak Melihat Ayahnya Yang Sekarat

Potret Miris Ilmuwan Terkenal Lebanon Jadi Gelandangan Di Usia Tua

Bocah Ini Sudah ‘Menikah’ Di Usia 4 Tahun, Alasannya Bikin Sedih

Facebook Comments