Suso: Pra-musim Milan yang Paling Berat
REKANBOLA –   AC Milan sedang melakukan persiapan yang matang demi menyambut musim baru dalam beberapa hari ke depan. Sang bintang, Suso, sampai menganggap sesi pra-musim itu sebagai salah satu yang terberat dalam karir sepak bolanya.

Pra-musim Rossoneri dihabiskan dengan tur Amerika Serikat, di mana mereka ikut berpartisipasi di International Champions Cup. Dari tiga pertandingan yang dilakoni, klub asuhan Gennaro Gattuso tersebut hanya mampu meraih satu kemenangan.

Pertandingan terakhir mereka digelar pada hari Minggu (5/8) kemarin dengan Barcelona sebagai lawannya. Dalam laga itu, Rossoneri sukses meraih kemenangan 1-0 berkat gol sang striker, Andre Silva, pada menit-menit akhir. 

Pra-musim yang Berat

Pra-musim yang Berat

Suso © acm

Pada musim lalu, Suso menjalani pra-musim bersama Vincenzo Montella, yang kemudian dipecat pada bulan November lalu. Dan kali ini, pemain asal Spanyol itu berlatih dengan arahan dari Gattuso.

Eks penggawa Liverpool itu lalu menjelaskan bagaimana beratnya masa pra-musim di bawah asuhan sang legenda. Ia bahkan sampai menganggap masa pra-musim kali ini sebagai salah satu yang paling berat dalam karirnya.

“Gattuso adalah pelatih yang senang bermain, tetapi juga punya perhatian besar pada sisi fisik. Ini adalah salah satu pra-musim terberat yang bisa saya ingat,” ujar Suso kepada Marca.

“Dia punya DNA Milan, dan dia memberikan banyak rasa antusias dan semangat kepada klub. Kami berkembang semenjak dia mengambil alih,” lanjutnya.

Berkembang di Italia

Berkembang di Italia

Suso Saat Milan Menghadapi Manchester United © Twitter @acmilan

Sebelum berlabuh di San Siro tahun 2015 silam, Suso sempat menjalani karirnya di Liverpool serta Spanyol bersama Almeria. Sejauh ini, ia menganggap dirinya berkembang lebih berkembang di Italia dari segi pemahaman taktik.

Baca Juga:   Sarri Belum Yakin Chelsea Pantas Disebut Bisa Saingi City

“Di Italia, saya berkembang secara taktik. Saya telah bermain di Italia selama tiga tahun dan saya telah bermain sangat baik,” tambahnya.

“Italia, dari segi kualitas hidup, lebih baik daripada di Inggris. Seperti di Spanyol, anda makan dan hidup dengan baik,” pungkasnya.

Pada musim kemarin, Suso mencatatkan total 50 penampilan di semua kompetisi bersama Rossoneri. Selain itu, ia juga berhasil mencetak delapan gol dan memberikan 14 assist.