Susul Negara Lain, Polandia Bakal Blokir Huawei

REKANBOLA – Polandia menyebut tidak akan memakai produk huawei polandia china 5g dalam rencana pengembangan 5G mereka. Langkah ini diambil di tengah kecurigaan mata-mata yang dilakukan perusahaan asal China itu.

Sebelumnya, seorang pegawai Huawei sempat ditangkap di negara itu atas dugaan mata-mata. Huawei lantas memecat karyawan itu dan berusaha meyakinkan bahwa mereka tak terlibat dalam kegiatan mata-mata negaranya.

Sebelumnya, hal ini serupa telah dilakukan beberapa negara lain yang juga menolak menggunakan produk Huawei untuk mengembangkan teknologi 5G mereka, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, Jepang, Prancis, dan Jerman.

Pejabat pemerintah Polandia tengah membicarakan hal ini dengan sekutunya di Uni Eropa dan Amerika Utara. Namun, mereka belum memutuskan produsen telekomunikasi mana yang akan menggantikan Huawei, jelas sumber Reuters.

“Menahan seorang mata-mata berarti akhir dari pembicaraan,” jelas pejabat pemerintah yang mengutarakan hal ini secara anonim. “Saya kira perusahaan China itu tidak akan menggelar 5G di Polandia.”

Perusahaan telekomunikasi Finlandia Nokia dan Ericsson asal Swedia adalah dua perusahaan Eropa yang menjadi kompetitor Huawei. Mereka juga menyediakan layanan jaringan 5G yang bisa digunakan oleh negara ekonomi terbesar di Eropa Timur itu.

Presiden Polandia Andrzej Duda juga menyebut kemungkinan untuk tak menggunakan Huawei

“Saya tentu lebih memilih bekerjasama dengan perusahaan Eropa dan AS ketimbang produsen Asia,” jelasnya dalam wawancara dengan situs Polandia money.pl.

Dua minggu lalu, Polandia telah menahan eksekutif Huawei yang diduga melakukan kegiatan mata-mata. Huawei telah memecat pria yang mengaku tidak bersalah itu.

Pejabat Huawei minggu ini menemui pejabat Polandia untuk mengatasi masalah keamanan ini.

“Kami bekerjasama dengan pemerintah dan rekanan di Polandia untuk meyakinkan pihak otoritas bahwa kami tidak mengancam jaringan negara dan teknologi kami akan membantu meningkatkan konektivitas,” jelas Huawei.

Baca Juga:   Setelah Bayar Denda ke AS, ZTE Masih Kejar Rp 149 Triliun Lagi

Dua percobaan 5G terbesar di Polandia dijalankan di atas teknologi Huawei. Namun hal ini sepertinya akan berubah. Polandia kemungkinan akan membangun konsorsium negara untuk membangun jaringan 5G mereka agar pengeluaran untuk membangun jaringan lebih murah dan negara bisa mendapat keuntungan lebih besar.