Tahir: Dolar yang Saya Jual Aset Pribadi, Bukan Milik Mayapada

Rekanbola – Dato Sri Tahir, salah satu orang terkaya di Indonesia menjual valuta asing (valas) senilai USD 93 juta dan 55 juta dolar Singapura. Langkah tersebut merupakan upaya untuk membantu penguatan rupiah yang saat ini terus terdepresiasi terhadap dolar AS.

Aksi menjual dolar yang dilakukan pemilik Mayapada Group ini disambut langsung oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di kantor.

Tahir menyebutkan rupiah yang dia peroleh dari hasil penjualan dolar tersebut mencapai Rp 2 triliun.

“Total tadi USD 93 juta sama 55 juta dolar Singapura jadi Rp 2 triliun lebih dikit,” kata Tahir saat ditemui usai melakukan penukaran Dolar di Gedung BI, Jakarta Pusat.

Dia juga menegaskan dolar yang dia tukar hari ini merupakan aset pribadi dan bukan merupakan dana perusahaan Mayapada Group.

Dia mengungkapkan, rupiah yang dia peroleh dari hasil pelepasan dolar tersebut selanjutnya akan dia gunakan untuk menyuntik modal di Bank Mayapada.

“Uangnya nanti disetorkan untuk Bank Mayapada sebagai modal, untuk memperkuat modal,” ujarnya.

Dia menjelaskan, aksi pelepasan dolar yang dia lakukan sebagai bukti bahwa dia warga negara yang baik.

“Yang sekarang kita tahu bahwa rupiah ini dalam keadaan masih mencari posisi yang terbaik,” tuturnya.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Baca Juga:   Incar jomblo, Facebook bikin fitur Dating ala Tinder