Tak bangun irigasi di Lhok Guci, Menteri Basuki kerap diomeli Jokowi

REKANBOLA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menceritakan, dirinya kerap ditegur Presiden Joko Widodo (Jokowi) akibat tidak tersedianya jaringan irigasi di Bendungan Lhok Guci, Aceh, yang mulai dibangun sejak 2004.

Sebab, jaringan irigasi merupakan kunci penyaluran air ke area persawahan yang jadi sumber ketahanan pangan nasional sebagai salah satu program prioritas dalam Nawacita.

“Ketahanan pangan ini kita lalui melalui ketahanan air untuk pertanian. Itu alasan kenapa dibangun 65 bendungan, kenapa dibangun irigasi, karena untuk ketahanan pangan kita,” bebernya di Jakarta, Selasa (23/10).

Sebagai contoh, pembangunan tujuh bendungan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Bendungan Tanju, Mila, Bintang Bano, Raknamo, Rotiklot, Namun Gete, dan Temef. Tujuannya untuk menjaga ketahanan penyaluran air.

“Di NTB di NTT, kalau mau bergerak maju hanya air, air, air. Enggak ada lain. Tanpa air, enggak akan bisa,” tegasnya.

Namun begitu, pembangunan bendungan juga harus dibarengi dengan pembuatan jaringan irigasi untuk menyalurkan air ke sektor persawahan. Bila tidak, Jokowi akan menugasi pihak berwenang untuk merekonstruksi waduk menjadi Daerah Irigasi (DI) seperti yang terjadi pada Bendungan Lhok Guci di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

“Lhok Guci itu pembangunannya sudah sejak 2014 bendungnya. Baru setelah kunjungan Presiden ke Aceh ternyata belum ada saluran irigasinya. Jadi ini diberi contoh yang salah oleh presiden di setiap Rakornas,” keluhnya.

Akibat kelalaian itu, dia kerap mendapat omelan Jokowi. Oleh karenanya, Kementerian PUPR mulai merekonstruksi Bendungan Lhok Guci menjadi Daerah Irigasi sejak 2016 dengan biaya senilai Rp 1,55 triliun. Proyek yang ditargetkan rampung 2019 ini nantinya diharapkan dapat mengairi lahan seluas 18.542 hektare.

Baca Juga:   Rapat Garam di Kantor Luhut, Bupati Kupang Tolak Respons Data BPN

“Ini saya dimarahin terus, dipakai contoh salah terus. Jadi sekarang kita bangun dan selesai untuk 18 ribu hektare. Bendungnya sendiri sudah dibangun 2004, baru kita bangun (ulang) pada tahun 2016 kemarin,” ujar dia.