Tak dapat ambulans dari puskesmas, Solihin dibawa ke RS pakai pikap pengangkut pasir

Rekanbola.com – Solihin (31), warga Kabupaten Serang, Banten, yang tengah sakit keras terpaksa dirujuk ke rumah sakit menggunakan mobil bak terbuka pengangkut pasir. Tindakan itu dilakukan setelah pihak puskesmas setempat menolak mengantarkannya menggunakan ambulans miliknya.

Anton salah satu kerabat pasien mengungkapkan, awalnya solihin yang tengah sakit keras akibat kecelakaan dialaminya beberapa waktu lalu. Solihin dijemput ambulans Puskesmas Mancak dari kediamannya ke Puskesmas. Namun setibanya di puskesmas tidak dilakukan penanganan oleh petugas kesehatan setempat.

Solihin yang tengah tak sadarkan diri tak juga mendapatkan penanganan. Saat itu pihak keluarga hanya ditanya-tanya kronologi kejadian kecelakaan dan kepemilikan BPJS oleh petugas di puskesmas tersebut.

“Karena merasa diabaikan akhirnya keluarga meminta kepada dokter jaga untuk merujuk dan mengantar pasien pakai ambulans. Di luar dugaan si dokter bilang bahwa ada aturan yang mengatakan jika pasien tidak terlebih dahulu dirawat di puskesmas maka pasien tidak mendapat fasilitas ambulans untuk mengantar ke rumah sakit tertentu,” kata Anton.

Anton melanjutkan, pihak keluarga pasien minta tolong ke pihak Polsek Mancak untuk meminjamkan mobil losbaknya. “Tapi mobilnya tidak bisa digunakan. Enggak tahu mogok enggak tahu apa itu,” kata Anton.

Pihak keluarga kemudian berinisiatif untuk menunggu ambulans yang kerap lewat di jalan raya mancak, namun tak kunjung datang. Akhirnya keluarga memutuskan untuk membawa pasien menggunakan mobil pikap pengangkut pasir.

“Menunggu satu jam ternyata tidak datang. Akhirnya diputuskan pinjam mobil losbak terdekat dan langsung menuju RS KS dan alhamdulillah pasien sudah mendapat penanganan dan sudah mendapat ruangan, Ruang Melati. Solihin sudah sedikit inget orang, karena semalam di tangani langsung di rumah sakit KS,” ujar Anton.

Baca Juga:   Ini Daftar Mobil Mewah Pengemplang Pajak, Ada Milik Anda?

Sementara itu, pihak puskesmas saat di konfirmasi melalului nomor telepon puskesmas yang tercantum di website dinkes.bantenprov.go.id, tidak bisa dihubungi.

Untuk diketahui, Solihin (31) sekitar dua bulan yang lalu mengalami kecelakan sepulang kerja di Jakarta. Solihin menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit di Jakarta dan setelah dinyatakan sehat. Ia kemudian diizinkan pulang ke kampung halamannya di daerah Mancak Kabupaten Serang. Diduga karena asupan nutrisi dan obat ke tubuhnya kurang, maka luka dalam dialami saat tabrakan kambuh kembali.

Baca Juga :

Hasil gambar untuk MInion logo