Tak Disangka, Ternyata Kate Middleton Pernah Jadi Korban Bully Saat Remaja

Rekanbola – Nama Kate Middleton tentunya dikenal luas semenjak ia dipersunting Pangeran William pada tahun 2011 silam. Dengan kepribadiannya yang anggun nan memikat, Duchess of Cambridge ini pun menjelma menjadi sosok yang begitu dikagumi warga Inggris serta didapuk sebagai role model bagi para wanita masa kini.

Namun di balik kesempurnaannya tersebut, Kate rupanya pernah mengalami hal buruk di masa remajanya. Pasalnya, ibu tiga anak ini pernah menjadi korban bully sampai-sampai ia memutuskan untuk pindah sekolah saat berusia 14 tahun. Dilansir Marie Claire pada Rabu (2/1), awalnya Kate diketahui mengenyam pendidikan di sekolah khusus putri di Downe House. Namun kemudian ia pindah ke Marlborough College di Wiltshire.

“Dia pernah di-bully sangat buruk dan dia terlihat kurus dan pucat. Dia memiliki kepercayaan diri yang kecil,” ungkap salah satu sahabat Kate di Marlborough, Gemma Williamson.

Pembullyan yang dialami oleh Kate di Downe House rupanya memberikan dampak yang amat buruk padanya. Bahkan salah satu gurunya, Joan Gall, mengklaim jika Kate pernah terkena eksim karena merasa begitu tertekan. “Ketika tiba di Marlborough, dia sangat pendiam. Datang ke sekolah besar seperti Marlborough memang sulit, tapi dia cepat beradaptasi,” ungkap Joan.

Namun menariknya, alasan utama kenapa Kate menjadi sasaran bully bukanlah karena ia termasuk siswa kutu buku, melainkan gara-gara ia dinilai terlalu sempurna. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh sahabat Kate semasa bersekolah di Downe House, Jessica Hay. “Dia dibully karena dia begitu sempurna, dia baik hati dan cantik,” ujarnya.

Menariknya, atas pengalaman tersebut, akhirnya Kate memasukkan putra sulungnya, Pangeran George untuk bersekolah di Marlborough lantaran merasa bahwa sekolah tersebut merupakan tempat paling bagus untuk mengenyam pendidikan. “William dan Catherine (Kate) mengejutkan banyak orang dengan memilih sekolah untuk George, dibanding sekolah tradisional para anggota kerajaan Inggris, tapi memilihnya karena merasa itu baik untuknya.

Baca Juga:   Syuting di Atambua, Pevita Pearce Banyak Belajar tentang Keterbatasan