Tangkap Pelaku Penganiayaan, Polisi di Aceh Sita 40 Amunisi & Bendera Bulan Bintang

REKANBOLA – Polres Aceh Barat menangkap Z (27), tersangka kepemilikan 40 amunisi yang ditemukan di sepeda motornya. Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa mengatakan, barang bukti tersebut ditemukan bersama dengan atribut bendera bercorak bintang bulan, serta beberapa barang bukti lainnya dalam jok motor tersangka.

“Barang bukti ini kita temukan dalam kendaraan motornya, dan tersangka pagi tadi pukul 06.00 WIB berhasil kita tangkap,” katanya dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Barat.

Bobby menjelaskan, tersangka awalnya diduga akan melakukan tindak kejahatan, yakni membuntuti pengendara sepeda motor korban saat melintasi Jalan Generasi, Desa Seuneubok, Kecamatam Johan Pahlawan, Senin (4/3) malam.

Sempat terjadi perkelahian antara pelaku dengan korban saat dilakukan pengadangan, pelaku juga memperlihatkan satu unit borgol di tangan.

Dalam perkelahian tersebut, pelaku kalah sehingga kabur dan meninggalkan motornya di lokasi kejadian.

“Pelaku tidak tahu kalau ternyata korbannya anggota polisi, saat terjadi perkelahian, pelaku ini kalah dan melarikan diri. Motornya tinggal, begitu digeledah sampai ke Polres ternyata ada amunisi dan atribut dalam jok motornya,” jelasnya.

Setelah dibawa ke Polres Aceh Barat motor tersebut dibongkar dan ditemukan 40 amunisi aktif jenis kaliber 5.56 milimeter, satu unit magazine dan satu lembar bendera dan satu kartu ATM.

Pada ATM tersebut bertuliskan nama pemiliknya Ramli, MS, termasuk dua lembar KTA partai politik lokal di Aceh, serta tujuh unit kunci pas, baju kaos petugas pendopo. Namun polisi masih melakukan pengembangan terkait kepemilikan semua barang bukti itu.

“Sementara ini, tersangka baru satu orang, soal asal barang bukti masih dalam penyelidikan, belum dapat kami sampaikan. Motif sebenarnya juga belum jelas, namun yang pasti ditemukan BB itu dari pelaku,” katanya.

Baca Juga:   Tertangkap Bawa Sabu, Wadir Narkoba Polda Kalbar Dicopot

Tersangka Z, diancam Pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.