Teller cantik bank di Samarinda embat Rp 295 juta untuk keperluan pribadi

Rekanbola – Teratai Desy Sagyta (28), teller salah satu bank daerah, di Samarinda, Kalimantan Timur, berurusan dengan polisi. Dia diduga ngembat uang dalam brankas kantornya senilai Rp 295 juta. Desy kini meringkuk di penjara.

Keterangan diperoleh, kasus itu sendiri, terbongkar 28 Juli 2018 lalu, saat tim audit internal bank menyidak kas teller. Dalam laporan sebelum sidak, diperoleh data uang tersimpan dalam boks senilai Rp 297.460.900.

Belakangan, setelah dilakukan hitung ulang, dalam boks hanya ada uang senilai Rp 2.460.900. Dua bulan kemudian, pimpinan kantor bank pun melapor ke Polresta Samarinda, dengan catatan kerugian Rp 295 juta.

Usai laporan pihak bank, kepolisian melakukan penyelidikan, hingga mengarah kepada Teratai Desy Sagyta, salah satu karyawati bank yang bertugas sebagai teller. Dalam tugasnya, Desy memiliki akses untuk melakukan pembukaan box uang kas.

“Oh, teller BPD (Bank Kaltimtara). Pelaku kita tahan dua hari lalu,” kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, dikonfirmasi rekanbola, Jumat (28/9).

Nominal uang yang diduga ditilep Desy, memang cukup besar. Di kantor polisi, dia tidak bisa lagi mengelak, bahwa uang itu dia gunakan untuk kepentingan pribadinya. “Ya untuk kepentingan pribadinya lah,” ujarnya.

Sederetan barang bukti yang diamankan kepolisian di antaranya 1 rangkap transaksi harian teller, 1 rangkap laporan transaksi harian teller, lembaran laporan denominasi, selip setoran dan tarikan, serta satu rangkap surat keputusan direksi Bank Kaltimtara.

“Kita kenakan pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan,” demikian Sudarsono.

Baca Juga:   Serapan Anggaran Tak Capai Target, Sandi: Pengadaan Tidak Siap