Terbukti terima suap, mantan Bupati Subang divonis 6,6 tahun penjara

Rekanbola – Pengadilan Tipikor Bandung menjatuhkan vonis pidana penjara selama enam tahun enam bulan kepada mantan Bupati Subang Imas Aryumningsih. Dia terbukti menerima suap pengurusan izin lokasi di Kabupaten Subang.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Hakim, Dahmiwirda dalam Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Kantor Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Senin (24/9).

Majelis hakim juga memvonis Imas dengan denda Rp 500 juta, subsider kurungan tiga bulan. Tidak hanya itu, dia juga diwajibkan membayar uang ganti rugi pada negara senilai Rp 410 juta.

“Jika setelah satu bulan keputusan tidak sanggup membayar, maka diganti dengan disitanya harta benda terdakwa, atau diganti kurungan penjara selama satu tahun,” ujar hakim.

Dalam keputusan hakim, Imas terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan sebagaimana di atur dalam dakwaan alternatif pertama, yakni pasal 12 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Hal yang meringankan, Imas dinilai bersikap sopan, belum pernah dihukum, punya tanggungan keluarga dan sudah lanjut usia serta sering sakit-sakitan. Adapun hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Vonis hakim lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuntut pidana penjara delapan tahun, denda Rp 500 juta serta kurungan enam bulan.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, Imas menerima uang dari seorang pengusaha bernama Puspa Sukrisna sebesar Rp 410 juta. Dia dijanjikan diberi Rp 1 miliar apabila izin prinsip dan izin lokasi PT Putra Binaka Mandiri dan PT Alfa Sentra Property dikeluarkan Imas melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Subang.

Baca Juga:   Menag Sempat Ingin Marah Disebut Tak Sah Pimpin Jumatan

“Menerima hadiah berupa uang sejumlah Rp 300 juta dan fasilitas kampanye pemilihan Bupati Subang periode 2018-2023 sejumlah Rp 110.922.000 sehingga seluruhnya berjumlah Rp 410.922.000,” ujar jaksa Lie Putra Setiawan saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Bandung sebelumnya.

Uang yang diterima Imas sebagian besar digunakan untuk keperluan kampanye Pilkada Subang. Dalam kasus ini, tidak hanya Imas yang dijerat. Pihak lain yang jadi terdakwa yakni Darta alias Data yang berperan menyerahkan uang suap dari pengusaha. Di sidang hari ini, Darta divonis bersalah dan dijatuhi pidana lima tahun dan denda Rp 200 juta subsidair tiga bulan kurangan serta uang pengganti Rp 500 juta.