Terhempas Dari Madrid, Begini Pandangan Victoria Azarenka

REKANBOLA – Sekali lagi, hasil mengecewakan harus diterima petenis yang telah mengoleksi dua gelar Grand Slam, Victoria Azarenka di Madrid Open.

Jumpa petenis AS, Sloane Stephens di babak kedua – petenis yang mengalahkan Azarenka sebanyak tiga kali pada musim 2018 – petenis berkebangsaan Belarusia, Azarenka kalah dengan 6-4, 2-6, 6-2.

“Saya merasa saya benar-benar menguasai pertandingan dengan poin-poin dari area baseline. Saya merasa saya melakukan hal yang tepat. Saya menggerakkan bolanya dengan baik, saya bergerak dengan mulus, dan saya memainkan permainan yang cerdas,” papar Azarenka.

“Tetapi saya tidak menciptakan apapun dengan servis saya kali ini dan hal itu benar-benar membuat saya frustasi. Saya tidak benar-benar memiliki rencana permainan yang matang.”

Sejak kembali ke dunia tenis pada musim 2016 setelah melahirkan anak laki-lakinya, Leo, petenis berusia 29 tahun, Azarenka harus melalui perjalanan yang jauh dari mulus. Selain masalah pribadinya, cedera juga berdampak pada perkembangannya di dunia tenis. Pada April lalu, ia melenggang ke final turnamen WTA pertamanya dalam tiga musim terakhir di Monterrey, tetapi terpaksa harus mundur akibat cedera kaki. Lalu di Stuttgart, cedera pundak memaksanya keluar dari turnamen.

Terlepas dari perjalanannya yang dihiasi sejumlah cedera, Azarenka masih berpikir positif.

“Saya merasa bahwa saya saat ini jauh lebih sehat dibandingkan empat atau lima musim lalu. Pada musim 2014, 2015, ada begitu banyak cedera yang saya alami dam banyak rasa frustasi,” timpal Azarenka.

“Saya mengalami hal yang kurang beruntung pada dua turnamen terakhir yang saya lakoni. Cedera itu bukan cedera besar. Saya banyak melakoni pertandingan dan melakukan banyak perjalanan, jadi saya harus sedikit pintar dengan jadwal saya. Tetapi secara keseluruhan, saya merasa cukup prima. Saya pikir, tidak ada masalah besar.”

Baca Juga:   Kevin Sanjaya dkk Lanjutkan Perburuan Gelar di Prancis

Sejauh ini dalam kariernya, Azarenka pernah menghabiskan waktu selama 52 pekan sebagai petenis peringkat 1 dunia dan telah mengantongi 20 gelar.