Terpuruknya Barito Putera Memicu Rasa Prihatin Tiga Mantan

REKANBOLA – Barito Putera baru meraih satu poin dari empat pertandingan di kompetisi Shopee Liga 1 2019 yang disiarkan Indosiar. Laskar Antasari pun tenggelam di posisi terbawah klasemen sementara.

Terpuruknya Barito Putera di Shopee Liga 1 2019 yang disiarkan Indosiar ini memicu rasa prihatin dari trio pelatih Martapura FC. Mereka adalah Frans Sinatra Huwae, Isnan Ali, dan Meidiansyah.

Wajar jika mereka turut berempati dengan kondisi terkini Laskar Antasari. Pasalnya, mereka adalah mantan pemain klub kebanggaan warga Banjarmasin tersebut.

“Saya berada di luar ring Barito Putera. Tapi, sebagai mantan pemain yang pernah dibesarkan di sana, saya sangat terenyuh dengan situasi klub saat ini,” tutur Frans Sinatra.

Pemain berdarah Ambon ini pernah jadi kapten tim dan pelatih Barito Putera. Itulah mengapa dia merasakan betul atas kemerosotan ini.

Mengharap Angin Segar

Sementara itu, Isnan Ali berharap pergantian pelatih dari Jacksen F Tiago ke tangan Yunan Helmi mampu membawa angin segar.

“Sebagai sesama mantan pemain Barito, saya juga akrab dengan para senior. Termasuk Bang Yunan. Semoga di tangannya prestasi Barito kembali bagus,” ujar Isnan Ali.

Materi Barito Putera musim ini sejatinya tak buruk. Pemain sekaliber Evan Dimas Darmono dan Bayu Pradana didatangkan di awal musim lalu.

Jacksen Tiago akhirnya memilih mundur dari jabatan pelatih Barito Putera selepas kekalahan 1-2 dari Kalteng Putra di Stadion 17 Mei, Banjarmasin (22/6/2019). Posisi pelatih asal Brasil itu kini digantikan Yunan Helmi.

Baca Juga:   David Silva Begitu Istimewa di Mata Guardiola