Tersenggol Kereta Api, Warga Jalan AR Hakim Tewas Mengenaskan, Sempat Diduga Korban Pembunuhan

Rekanbola – Seorang pria ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan tak jauh dari rel kereta api di Jalan Sempurna, Gang Mawar 17, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kamis (22/11/2018) sekira jam 8.00 Wib.

Informasi yang diperoleh di RS Pringadi Medan, Kamis (22/11/2018) sore, pria itu akhirnya diketahui bernama Julfan Nasution (40), warga Jalan AR Hakim, Gang Pacar, Kelurahan Tegal Sari I, Kecamatan Medan Area.

Jasad pria itu pertama kali ditemukan oleh SA Ginting, penjaga perlintasan rel. Sewaktu ditemukan, Julfan sudah tewas terkapar berlumuran darah dengan sejumlah luka di wajah, kepala hingga tubuhnya.

Temuan itu sontak membuat warga sekitar heboh seketika. Awalnya, sebagian warga menduga bahwa pria itu tewas karena dibunuh. Pasalnya, posisi Julfan ditemukan cukup jauh dari areal pinggiran rel. Meski begitu, sebagian warga tetap meyakini bahwa Julfan murni tersambar kereta api. Selanjutnya, jenazah Julpan dibawa ke RS Pirngadi Medan.

“Kita belum tau pasti korban ini dibunuh atau tidak, tapi dia memang lagi ada masalah dengan mantan suami dari istrinya yang sudah dicerainya. Baru dua hari ini dia tinggal bersama saya di AR Hakim,” kata pria setengah baya yang mengaku rekan sekaligus kerabat korban di ruang jenazah RS Pirngadi Medan, Kamis (22/11/2018) sore.

Misteri kematian Julfan mendapat perhatian serius dari pihak Polrestabes Medan. Personel Satuan Reskrim terlihat datang ke ruang jenazah Pringadi Medan. Beberapa menit kemudian, menyusul Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan bersama anggotanya guna melakukan pengecekan jenazah.

“Kita bawa dulu untuk di otopsi biar jelas. Tapi kita lagi tunggu pihak keluarganya ini,” kata Kanit Reksrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu MK Daulay, sawaktu ditanyai penyebab kematian korban.

Baca Juga:   Tak Sensitif, Aktivis Perempuan Kritik Grab Indonesia yang Ajak Mediasi Korban Pelecehan

Berselang beberapa menit, polisi kemudian melakukan investigasi ke lokasi temuan semula. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan data yang diperoleh, polisi menyimpulkan kalau pria itu benar tewas akibat tersambar kereta api.

“Korban negatif pembunuhan, namun tewas karena lakalantas kreta api tujuan Rantau Parapat menuju Medan, melintas dari arah timur menuju ke arah barat. Pada saat di lokasi, korban berjalan kaki tersambar,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira.

Dijelaskannya, saat itu sangat masinis sempat melakukan pengecekan di lokasi, namun tidak melihat keberadaan jasad korban.

“Selanjutnya pada hari Kamis (22/11/2018) sekira jam 08.00 wib, masyarakat barulah menemukan korban sudah meninggal dunia tergeletak di jalan samping perlintasan kereta api, lalu memberitahukan kepada pihak kepolisian. Saya rasa mayat itu hanya divisum luar saja, tapi lebih jelasnya coba konfirmasi ke Kasat Lantas,” jelas Putu Yudha.