Tiga Kunci Sukses Ala Bos Bukalapak

Rekanbola – Di tengah era globalisasi dan menjamurnya perusahaan berbasis teknologi informatika (IT), setidaknya harus memiliki keberanian, tujuan, dan rasa tidak nyaman.

Ketiga hal tersebut menjadi tips sukses dari Founder & CEO Bukalapak Achmad Zaky yang disampaikan saat acara nasional seminar entrepreneurship Indonesia 4.0 SB-IPB di Hotel Pullman Jakarta, Sabtu (28/7/2018).

Pertama, keberanian. Zaky mengatakan untuk menjalankan sebuah usaha harus berani melakukan dan berani memulai. Pengalaman dirinya pernah berani menerima proyek pembuatan program hitungan cepat (quick count) dari salah satu stasiun TV nasional.

Dia mengaku, saat menerima proyek tersebut sama sekali tidak punya pengalaman membangun program hitungan cepat. Apalagi, pada masa itu dirinya masih menjadi mahasiswa tingkat III.

“Ternyata pas hari H software saya yang dipakai, dan itu bisa ditonton jutaan masyarakat Indonesia. Dari pengalaman itulah berani melakukan penting, rasanya beda, ada suatu kebanggaan, ketika produk kita dipakai,” kata Zaky.

Dari keberanian itu, lanjut Zaky, memang hasilnya tidak melulu berhasil, malah banyak gagalnya. Namun, poin yang bisa dipetik bahwa kesuksesan bisa diraih dari pengalaman kegagalan itu sendiri.

Tips yang kedua, kata Zaky adalah memiliki tujuan. Sebagai sebuah perusahaan seluruh sumber daya manusia (SDM) baik dari level teratas sampai terbawah harus memiliki tujuan.

Dia menceritakan di Indonesia ada sekitar 60 juta pedagang kecil. Di mana, para pedagang tersebut butuh fasilitas atau jembatan yang menghubungkan pembeli ke produk yang dibuatnya.

“Waktu 2011 itu kita sudah memiliki 10.000 UKM, tapi ada masalah besar di internet yang masih kecil, tujuannya adalah tetap membuat UKM itu tetap berjualan,” jelas dia.

Baca Juga:   Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax

Tips, kata Zaky adalah rasa tidak pernah nyaman. Maksudnya adalah ketika suatu perusahaan yang dimiliki berada di atas, maka jangan terlena dan beranggapan bahwa perusahaan lain tidak akan bisa menyusul.

Rasa tidak nyaman tersebut dituangkan dalam inovasi atau ide kreatif yang terus menciptakan persaingan.

“Waktu zaman SMA, kalau nggak punya Nokia nggak keren, hari ini ada nggak?, mungkin masih ada tapi jauh sekali, kenapa? Riset saya manajemen itu merasa nyaman, blackberry juga, yahoo juga, nyaman dan lama-lama terdegradasi, jadi say never settle,” tutup dia.

 

( Sumber : detik.com )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *