Tim SAR kembali evakuasi 46 orang dari Palu & Donggala, 15 ditemukan meninggal

Rekanbola – Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut, 46 orang dievakuasi Tim SAR Gabungan setelah gempa dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah. 46 orang yang dievakuasi itu berasal dari Hotel Roa-Roa, Jono Oge, Mamboro Tondo, Balaroa, Petobo, Sigi dan Donggala.

“Dari 46 orang yang dievakuasi, sebanyak 31 orang selamat dan 15 orang meninggal dunia,” kata Sutopo di kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (2/10).

Dia menuturkan, 46 orang yang telah dievakuasi tersebut berdasarkan data sampai pukul 14.00 WIB, Selasa (2/10).

Selain itu, Sutopo mengungkapkan, untuk saat ini kendala Tim SAR Gabungan dalam mengevakuasi korban yakni masih padamnya listrik dan alat komunikasi yang masih belum normal.

“Alat berat terbatas, jumlah personel, perlengkapan yang perlu ditambah, kondisi jalan yang rusak untuk mengirim alat berat dari luar Palu,” ungkapnya.

Lalu, sebelumnya pada Senin (1/10) kemarin, Tim SAR Gabungan lebih dulu menemukan 38 orang meninggal dunia dari berbagai daerah seperti di Hotel Roa-Roa dua orang meninggal dunia, Sigi satu orang meninggal dunia, Donggala tiga orang meninggal dunia.

“Untuk di Balaroa ada 13 orang meninggal dunia, di Patobo dan Namboro masing-masing lima orang meninggal dunia, Kabonea dua orang meninggal dunia, Petobo Atas lima orang meninggal dunia dan di Teluk Palu dua orang meninggal dunia,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari usai gempa dahsyat dan tsunami di Palu dan Donggala. Tanggap darurat berlaku per 28 September hingga 11 Oktober 2018.

Dengan ditetapkan status tersebut, Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan pemerintah lebih mudah untuk mengakses wilayah tersebut.

Baca Juga:   Brainternet, Proyek Ambisius Menyambung Otak Manusia ke Internet

“Kemudahan akses dalam pergerakan personel, logistik, peralatan, termasuk penggunaan anggaran untuk memenuhi kebutuhan dalam penanganan darurat di Sulawesi Tengah,” kata Sutopo di Gedung BNPB, Jakarta, Minggu (30/9).

Dia menjelaskan, Gubernur Longki telah menunjuk Danrem Korem 132 Tadulako sebagai komandan tanggap darurat penanganan bencana gempa dan tsunami di sana. Posko induk, posko tanggap darurat penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di wilayah tersebut juga telah di tempatkan di Makorem 132 Tadulako Palu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *