Timses Jokowi Targetkan Kuasai Setengah Suara Jawa Barat

Rekanbola – Tim pemenangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin akan banting tulang untuk menang di wilayah Jawa Barat pada Pemilihan Presiden 2019.

Berkaca pada Pilpres 2014, Jokowi bersama Jusuf Kalla menelan kekalahan telak di Jawa Barat di 22 kabupaten dan kota. Saat 2014, Jokowi hanya menang di empat kabupaten.

Jawa Barat merupakan basis Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dari perhelatan pilkada sebelumnya, manuver partai ini sulit ditebak lembaga survei.

Ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan, untuk meraup suara Jawa Barat, pendekatan oleh caleg-caleg di daerah menjadi penentu untuk mematahkan manuver tersebut.

“Ya pola pendekatan saja, ini kan bareng dengan pileg, nanti kan ada caleg jagoannya, nanti menjadi kekuatan mobilisasi kesadaran pemilih,” ujar Dedi seusai rapat tim pemenangan di Hotel Grand Pasundan Kota Bandung, Rabu 26 September 2018.

Bahkan, Dedi mengaku sudah melakukan riset untuk merebut basis tersebut. Menurut Dedi, tingkat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf berada dalam persentase positif.

“Kita hari ini sudah terpetakan kok. Dari riset sudah ada saya pegang, kita optimis karena berangkat dari relatif baik,” katanya.

Bahkan, Dedi menargetkan dari daftar pemilih tetap (DPT) Jawa Barat sebanyak 32.636.846 pemilih, dan tim pemenangan harus menguasai setengahnya untuk memilih Jokowi.

“Minimal kita harus menang di angka 15 juta. Dulu kan kalah, walaupun selisihnya tipis, tapi posisinya sudah di atas,” katanya.

Terpisah, Tim Kampanye Daerah Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memilih tidak akan mengekpose progresnya untuk memenangkan pemilu di Jawa Barat. “Jadi sebetulnya gerakan kampanye kami tidak harus selalu terlihat, yang jelas kami sudah bergerak dari awal pencalonan Pak Prabowo,” ujar Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Daddy Rohanadi, Selasa 25 September 2018.

Baca Juga:   Masuk Timses Jokowi, JK dan Sri Mulyani Akan Picu Hujatan Dari Publik

Bahkan, dengan basis yang sudah terbentuk, pasangan Prabowo-Sandi akan lebih mudah dibandingkan Jokowi, yang mengharuskan menumbuhkan simpati masyarakat Jawa Barat.

“Artinya cara dan strategi yang dilakukan untuk kemenangan Pak Prabowo akan dilakukan dengan sistem yang sudah direncanakan. Dengan konsolidasi yang pasti berjalan,” katanya.