Tipu Nasabah Leasing, Eks Debt Collector Digiring ke Kantor Polisi

Rekanbola – pria yang mengaku sebagai debt collector salah satu perusahaan leasing digiring warga ke Polsek Medan Area, Kamis (15/11/2018) sekira pukul 14.30 Wib.

Pria berinisial AA yang beralamat di Tanjung Morawa tersebut diduga telah menipu pelanggan atau debitur yang sedang menyicil pembayaraan kendaraan roda dua.

Informasi dihimpun di kepolisian menyebutkan, terungkapnya pria 36 tahun itu menipu pelanggan atas nama Maria Ningsi (36), Rabu (14/11/2018) kemarin. Saat itu pihak leasing dikatakan AA akan menarik sepeda motor Honda CBR BK4648 AGB yang dikredit Maria.

“Waktu saya bersama kakak saya Maria hendak pulang ke rumah, kami dibuntuti pihak leasing. Sampai di rumah, kreta (motor) mau ditarik mereka,” ujar Putri (26), yang mengaku selama ini sebagai pembayar cicilan sepeda motor itu.

Namun, ketika itu Putri keberatan jika sepeda motornya ditarik begitu saja. Setelah dijelaskan, pihak leasing akhirnya mengetahui bahwa angsuran pembayaran sepeda motor itu sudah dibayar melalui AA. Mendengar itu, pihak leasing kemudian mencari AA.

“Saat bersamaan, dia (AA) menelpon saya untuk datang ke rumah mengambil angsuran kreta yang tiap bulan sebesar Rp1,2 juta. Lalu saya suruh dia datang ke rumah pada Kamis (15/11/2018) sore,” terang Putri.

Menunggu AA datang, Putri pun menghubungi pihak leasing. Setiba di kediaman Putri, AA langsung diboyong petugas leasing didampingi keluarga korban ke Mapolsek Medan Area.

Dari hasil interogasi, AA mengakui perbuatannya. Menurutnya, selama 6 bulan, angsuran sepeda motor pelanggannya tidak disetor ke perusahaan, tapi dipakai untuk kebutuhan hidup.

“Customer tidak tahu saya keluar atau berhenti sebagai debt collector. Awalnya customer sempat menunggak selama 6 bulan, saya yang membantu mereka supaya kretanya tidak ditarik. Setelah lunas, saya pun tetap menagih angsuran yang baru,” sebut Agus.

Baca Juga:   Terungkap! Luthfi Hasan Ishaaq Tempati Sel Mewah di Sukamiskin

Akibat perbuatannya, Agus diamankan guna pengusutan lebih lanjut. “Saya berniat untuk berdamai dan membayar angsuran yang sudah dibayar kepada saya. Saya mohon agar permasalahan ini tidak lanjut,” katanya memohon.