TKN Dorong Demokrat Tentukan Koalisi Usai AHY Silaturahmi

REKANBOLA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mendorong Partai Demokrat (PD) segera menentukan sikap politiknya pascapilpres 2019.

Silaturahmi kedua putra Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sebelumnya dimaknai memiliki tiga muatan oleh Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean. Yakni muatan sosial, kedua muatan religi lantaran dalam momen Idul Fitri, dan ketiga muatan politik.

“Dalam rangka sosial menyampaikan terima kasih kepada Pak Jokowi, Bu Mega (Megawati Soekarnoputri), Pak Habibie, dan Bu Sinta Nuriyah Wahid (Istri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur) ya. Karena tokoh-tokoh ini sangat perhatian kepada Bu Ani mulai dari Bu Ani dirawat sampai pemulangan jenazah,” kata Ferdinand Hutahaean, Kamis (6/6).

Ferdinand memang tak menampik ada muatan politik dalam silaturahmi ke Jokowi, Megawati Soekarnoputri, BJ Habibie, hingga ke keluarga Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sebab, bagaimanapun tiap langkah dan laku AHY-Ibas tak bisa dilepaskan dari kancah perpolitikan.

“Muatan politik memang tidak bisa dilepaskan kunjungan ini dari suasana politik ya. Meskipun arah koalisi Partai Demokrat belum diputuskan oleh Partai Demokrat apakah akan berkoalisi dengan Jokowi atau tidak karena Pak Jokowi belum pernah menawarkan secara resmi kepada Partai Demokrat untuk bergabung ke dalam koalisinya nanti,” jelasnya.

TKN Jokowi-Ma’ruf mulanya enggan berpolemik terkait muatan yang terkandung dalam kunjungan dua pangeran Cikeas itu. Termasuk muatan politik yang diakui oleh Ferdinand. Namun, menurut Arsul alangkah lebih baik jika Demokrat mau menjelaskan secara tegas ke mana langkah politiknya pascapilpres 2019.

Sebab, selama ini Arsul menangkap ada harapan dari masyarakat untuk mendapatkan kejelasan dari sikap partai berlambang mirip logo mercy itu. Apakah Partai Demokrat akan bertahan di koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atau berpaling ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

Baca Juga:   Hoaks Ratna Sarumpaet berpotensi turunkan elektabilitas Prabowo-Sandi

“TKN melihat dua muatan. Yang pertama saja, yakni sosial dan religi saja. Kalau Demokrat mengakui itu ada sisi politiknya, biarlah masyarakat luas yang menilainya dari sisi kepatutannya. TKN tidak ingin berpolemik soal sisi politik yang disampaikan Demokrat itu. Hanya saja, TKN menangkap adanya elemen masyarakat yang ingin juga melihat Demokrat lebih terbuka menyatakan sikap politiknya apakah ingin di dalam atau di luar pemerintahan mendatang,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani, kepada wartawan, Jumat (7/6/2019).