Toke Ditegur Pasang Musik Keras, Pelayan Ini yang Mengamuk, Nginap di Hotel Prodeo Lah!

Rekanbola – Polisi menangkap Riki Simanjuntak, warga Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai, Selasa (4/12/2018) kemarin. Pria 30 tahun itu ditangkap lantaran menganiaya Usman Ali Lubis (35), warga Dusun III, Desa Sukajadi, Kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai.

Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu, melalui Kasubag Humas AKP Nellyta Isma menyebutkan, penangkapan Riki Simanjuntak berdasarkan laporan polisi bernomor: LP/26/XII/YAN 2.6/2018/SU/Res Sergai/Sek Tj Beringin, tanggal 2 Desember 2018. Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (1/12/2018) sekira pukul 22.00 Wib.

Ceritanya, malam Minggu tersebut, Usman yang tinggal tak jauh dari pakter (warung) tuak milik Jumadi merasa keberatan dengan suara musik yang terlalu keras dari warung tersebut.

“Korban didampingi kepala dusun setempat dan kakaknya mendatangi dan mengingatkan pemilik warung tuak agar musik mereka tidak terlalu kuat,” kata Nelly.

Namun, diduga sudah ‘ketinggian’ minum tuak, Riki yang bekerja sebagai pelayan warung di situ malah merasa tak senang bosnya mendapat teguran dari warga. Alhasil, Riki dan Usman kemudian terlibat cekcok mulut.

“Ini semua gara-gara kau!” kata Riki sembari menunjuk ke arah wajah Usman. Sejurus kemudian, dia melayangkan tinjunya ke rahang Usman. Teman-teman Riki yang melihat bukannya melerai, tapi malah ikut hendak meninju Usman.

Melihat itu, Usman dan kakaknya pun lari menghindar. Tapi, Riki dan teman-temannya yang diduga sudah dipengaruhi alkohol terus mengejar Usman. Begitu dapat, Riki langsung mengayunkan sepotong kayu ke kepala pria itu.

Tak puas, dia kemudian memukulkan pecahan gelas ke kepala Usman. Alhasil, Usman mengalami luka pada bagian kepala dan punggung.

Usman yang tak terima dengan perlakuan Riki kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tanjung Beringin pada hari Minggu tanggal 2 Desember 2018 sekira pukul 10.00 Wib.

Baca Juga:   TGB Menanti Waktu Luang Jumpa SBY

Setelah melakukan penyelidikan, polisi kemudian ‘menjemput’ Riki dari kediamannya di Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu.

“Tersangka dikenakan pasal 170 jo pasal 351 ayat (1) KUHPidana. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” pungkas Nelly.