Total HG Punya 42 Ekor Ikan Arapaima Predator

Rekanbola – HG, pemilik ikan Arapaima gigas ternyata memiliki 42 ekor yang ditempatkan di kolam penampungan. Penemuan lanjutan ikan yang dilarang itu hasil dari penelurusan Badan Karantina Ikan dan Mutu (BKIPM) Surabaya.

“HG mempunyai 30 ekor Arapaima di mana yang 8 ekor dilepas (6 ekor sudah dikonsumsi masyarakat dan 2 sudah ditangkap dalam kondisi mati) dan 4 ekor diberikan kepada teman dari HG bernama Bapak Supri

(sudah ditemukan 2 dalam keadaan hidup dan 2 ekor kondisi mati dan menurut pengakuan Supri dibuang ke sungai Brantas)” kata Kapus BKIPM Riza Priyatna melalui pesan singkat, Kamis (28/6/2018)

“Sisa dari yang di Mojokerto sebanyak 18 ekor dipindahkan ke penampungan ke Perum Citra Harmoni Sidoarjo, di mana penampungan itu ternyata sudah ada ikan Arapaima stok lama berjumlah 12 ekor,

jadi total jumlah ikan Arapaima yang dimiliki oleh HG sebanyak 42 ekor,” sambungnya.

Total HG punya 42 ekor ikan predator asal Sungai Amazon ini

Sementara itu, dalam konferensi pers BKIPM dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti siang tadi disebutkan pemelihara ikan Arapaima bisa dijerat hukum. Selain penjara, pemelihara juga terancam denda hingga Rp 1,5 miliar.

“Sebagai informasi berdasarkan perundangan yang berlaku. Yang bersangkutan bisa dipidana penjara 6 tahun denda Rp 1,5 miliar.

Kondisi saat ini kami masih menelusuri kemilikan ikan yang di Sidoarjo yang 30 ekor,” kata Kepala BKIPM Rina di Gedung Mina Bahari II lantai 6, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Susi sendiri meminta ada kepastian hukum untuk menjerat pihak yang membudidayakan ikan itu. Dia juga ingin adanya sosialisasi terkait ikan Arapaima gigas yang aturannya dilarang berada di perairan Indonesia.

“Saya rasa peristiwa ini harus disosialisasikan karena banyak yang belum tahu dan kenapa tak bisa dilepas hidup di perairan Indonesia. Ini sangat penting.

Baca Juga:   Polisi Buru Penyebar Video Mesum Sejoli di BanjarmasinPolisi Buru Penyebar Video Mesum Sejoli di Banjarmasin

Khawatirnya, orang yang hobi gini, yang punya memelihara, karena makannya rakus, tak sanggup beri makan, akhirnya dilepas di sungai,” ujar Susi.

 

 

(Sumber : detik.com )