Tottenham Kalah Telak, Pochettino: Arsenal Lebih Segar

Rekanbola – Tottenham menelan kekalahan pahit saat melawat ke markas Arsenal pada pekan ke-14 Premier League 2018/19, Minggu (2/12) malam WIB. Sempat unggul lebih dahulu, Spurs kalah telak dengan skor 2-4. Pierre-Emerick Aubameyang jadi pemain yang paling menyulitkan Spurs.

Laga tersebut berjalan ketat. Aubameyang mencetak gol di menit awal dan Tottenham membalikkan kedudukan jadi 2-1 sampai paruh waktu. Permainan berjalan seimbang di babak pertama.

Mimpi buruk Tottenham dimulai di babak kedua. Arsenal mencetak tiga gol hanya di babak kedua. Bahkan gol ketiga dan keempat Arsenal hanya terpaut tiga menit.

Pochettino merasa kekalahan ini bisa terjadi karena banyak pemain Tottenham yang kelelahan. Baca komentar selengkapnya di bawah ini:

 

Kompetitif

Terlepas dari kekalahan timnya, Pochettino mengakui laga tersebut berjalan seimbang dan kompetitif. Kedua tim memberikan permainan terbaiknya dan memberikan tontonan yang begitu menarik.

“Laga yang sangat kompetitif, sulit bagi kami karena kami bicara soal sebelum pertandingan itu, melawan Chelsea dan Inter Milan, jadwal pertandingan kami tidak membantu,” kata Pochettino di Sky Sports.

“Namun, saya pikir tim kami sangat kompetitif, Arsenal juga kompetitif dengan banyak energi. Pertandingan berjalan seimbang sampai skor 2-2, ketika kami kebobolan gol ketiga, sulit bagi tim kami untuk kembali.”

“Dan ketika anda kebobolan gol keempat, dan pengusiran Jan Verthonghen, tentu saja laga itu sudah usai,” lanjutnya.

 

Lebih Segar

Pochettino memang tak mau menjadikan kelelahan timnya sebagai alasan. Namun, mau tak mau fakta itu tak bisa diabaikan. Tottenham tak bisa membalikkan kedudukan karena kurang berenergi.

“Tentu saja keyakinan lawan juga berpengaruh, mereka sangat segar karena delapan, sembilan pemain tidak bermain pada hari Kamis dan mereka mempersiapkan diri untuk laga ini.”

Baca Juga:   Liverpool Tolak Tawaran 125 Juta Euro Barca untuk Coutinho

“Ini bukanlah alasan tetapi ketika anda tertinggal 3-2 di babak kedua, anda butuh energi untuk kembali.”