Toyota Fokus Penuhi Inden All-New Rush

OTOMOTIF

Rekanbola –  Hadir dengan wujud generasi kedua, Toyota Rush mendapat respon positif pasar dalam negeri. Sampai-sampai, pihak Toyota Astra Motor (TAM) mengaku kewalahan untuk memenuhinya. Henry Tanoto, Vice President Director PT TAM mengatakan, Sejak mulai dipasarkan awal tahun ini, permintaan Rush terus meningkat. Tercatat angka SPK setidaknya hingga akhir Februari mencapai lebih dari 20.000 unit.  “Kami

BACA JUGA : Koenigsegg Agera RS Patahkan Rekor Bugatti Chiron

bersyukur kehadiran All New Rush mampu memenuhi hasrat pelanggan. Fokus kami saat ini ialah menghadirkan total ownership experience kepada para pengguna Toyota, salah satunya dengan menjaga pelayanan dan ketersediaan produk,” ujar Henry kepada Kompas.com, Rabu (14/3/2018). Henry mengakui, kalau pihaknya saat ini harus menaruh perhatian besar kepada Rush dalam beberapa waktu ke depan. Namun alokasinya jangan sampai mengganggu pelayanan kepada produk Toyota lainnya. Baca juga : Toyota Kewalahan, Pesanan Rush ?Membeludak? Advertisment Wholesales LSUV Januari-Februari 2018 (diolah dari data Gaikindo).(KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI) “Soal Rush, kami berusaha untuk bisa cepat dikirim ke konsumen, jadi mereka tak perlu menunggu lama. Ini yang buat kami harus menjaga alokasi cukup besar

setidaknya untuk beberapa waktu ke depan, tapi tetap menjaga agar tidak mengganggu pelayanan produk Toyota lainnya,” kata Henry. Tumbuh 113 Persen Ketika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017, angka wholesales All New Rush dalam dua bulan pertama tahun 2018 mengalami peningkatan lebih dari 113 persen atau naik dua kali lipat. Henry menuturkan, data TAM menunjukkan penjualan New Rush di pasar wholesales (WS) sudah mencapai 6.991 unit, di mana Januari 3.416 unit dan naik menjadi 3.575 unit pada Februari lalu. “Total penjualan Januari-Februari 2018 sudah mencapai 6.991 unit, sementara pada Januari-Februari  2017 yang hanya 3.656 unit. Saat ini Toyota Rush menjadi pemimpin pasar di kelas MPV Medium, dengan pangsa pasar sebesar 39 persen,” ujar Henry.

(Sumber : kompas.com) 

Facebook Comments