Tradisi Ibadat Pegang Ular di AS, Bertahan Meski Makan Korban

Rekanbola – Ular berbisa memang mampu membuat nyawa manusia melayang. Namun aksi memegang ular berbisa menjadi pembuktian keimanan di salah satu kawasan Amerika Serikat (AS).

Dilansir AFP, Sabtu (16/6/2018), aksi memegang ular berbisa menjadi bagian dari bentuk ibadat jemaah gereja Pentecostal Signs di Squire, West Virginia, dekat dengan tambang batu bara di pegunungan Appalachian, AS.

Tradisi Ibadat Pegang Ular di AS, Bertahan Meski Makan Korban

Di tempat peribadatan, musik gospel apostolik gaya klasik dimainkan, anggota jemaah menari dan berputar dalam kondisi trans. Pastor Chris Wolford mengambil sebuah kotak dan menarik ular derik keluar.

Ini adalah sebuah ujian keimanan. Ular itu diayunkan ke bahu. Dia menyatakan Tuhan hadir dan mengizinkan ular untuk bergerak di tangannya. Ular itu kemudian melingkar di pangkuan seorang jemaah yang memainkan gitar.

Umat Kristiani di sini percaya bahwa membawa ular, meminum bisa ular, dan menyulutkan api ke badan adalah perintah agama.

Dalilnya adalah Injil Markus 16: 17 dan 18. Di situ dinyatakan, “Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka.”

“Sekarang kami tidak percaya bahwa ular-ular itu tak bakal menggigit. Kami sadar, setiap kali kami menaruh tangan kami ke kotak itu maka bakal ada peluang kami kena gigit ular, dan mungkin juga kami mati karenanya,” kata Pastor Wolford.

“Namun lihatlah, saat saya terselamatkan, saat saya mendapatkan ini, ular ini memberikan sesuatu kepada saya, bagi saya hidup adalah untuk Tuhan dan mati juga untuk Tuhan,” tuturnya lagi.

Tradisi Ibadat Pegang Ular di AS, Bertahan Meski Makan Korban

Sekitar 30 hingga 40 jemaat datang dari berbagai daerah sekitar West Virginia dan negara tetangga sekitar. Mereka datang ke sini untuk upacara peringatan terhadap saudara Pastor Chris Wolford, namanya adalah Randy “Mack” Wolford. Randy adalah pastor yang tewas karena gigitan ular derik pada 2012 lampau.

Baca Juga:   Anak buah akui diperintah Fayakhun cari rekening bank luar negeri

Ayah dari Pastor Chris dan Pastor Randy Wolford juga tewas karena digigit ular. Ayah mereka juga pastor, tewas saat Chris kecil.

West Virginia adalah negara bagian terakhir yang masih melegalkan aktivitas ‘serpent-handling’, yakni penanganan terhadap hewan melata itu, sebut saja sebagai ‘pawang ular’.

Menurut Profesor ahli Agama dan Budaya Universitas Katolik, William Dinges, aksi membawa ular bukanlah hal yang disetujui oleh denominasi manapun.

“Apa yang mereka lakukan, meski tidak diakui oleh lembaga agama, mereka percaya itu ada dalilnya berdasarkan cara pembacaan Alkitab mereka,” kata William Dinges.

Pelayanan gereja dilakukan seperti konser. Musik dimainkan dan suasana menjadi hiruk pikuk oleh drum, gitar slide, dan kibor.

Memegang ular hanyalah satu dari bagian aktivitas pelayanan yang berlangsung sekitar empat jam. Ada pula bagian pelayanan lain berupa pernyataan kepercayaan, menari, khotbah, dan melakukan komuni.

Tradisi beribadah memegang ular diteruskan dalam keluarga. Banyak anggota dari kepercayaan ini punya hubungan keluarga. Beberapa orang non-keluarga memang menjadi pengikut.

Diperkirakan ada 125 gereja pemegang ular yang tersisa. Aktivitas seperti itu tengah mengalami penurunan selama 100 tahun terakhir.

 

 

(Sumber : detik.com)