Trent Alexander-Arnold Pecahkan Rekor Assist untuk Bek di Premier League

REKANBOLA – Pemain muda Liverpool Trent Alexander-Arnoldmemecahkan rekor assist untuk defender dalam satu musim kompetisi Premier League.

Trent memang masih sangat muda. Ia baru berusia 20 tahun.

Namun ternyata ia mampu menunjukkan bahwa ia layak jadi andalan Jurgen Klopp di sektor full-back kanan skuat The Reds. Ia tak cuma piawai dalam bertahan tapi juga memberikan kontribusi berharga saat menyerang.

Trent kerap memberikan umpan-umpan matang dari sektor sayap kanan. Dan total pada musim ini ia telah mengemas 12 assist di Premier League.

Jelang lawan Wolverhampton pada hari Minggu (12/05) di Anfield, Trent sudah mengoleksi 11 assist. Di pertandingan itu ia sempat ikut andil dalam terciptanya gol pertama The Reds yang dihasilkan oleh Sadio Mane.

Namun ternyata ia dianggap tak memberikan assist karena bola sempat berubah atas setelah mengenai pemain Wolves. Namun pada akhirnya ia bisa mencetak satu assist pada gol kedua Mane pada babak kedua.

Kalahkan Robertson

Jumlah 12 assist itu sendiri mengalahkan jumlah total assist rekan setimnya yakni Andrew Robertson. Bek asal Skotlandia itu sebelumnya mengoleksi total 11 assist.

Nah, jumlah itu sendiri merupakan rekor Premier League sebelumnya. Raihan itu sama dengan raihan Leighton Baines pada musim 2010-11 dan Andy Hinchcliffe pada musim 1994-95.

“12 – Trent Alexander-Arnold telah memberikan 12 assist di Liga Premier pada 2018-19: yang terbanyak oleh seorang bek dalam satu kampanye tunggal dalam kompetisi. Petualangan.”

Baca Juga:   Incaran MU, Man City dan Liverpool Buka Peluang Main di Inggris

Sebenarnya Trent sempat nyaris mencetak assist ke-13. Namun sayang bola umpannya yang disambut tandukan Virgil Van Dijk hanya membentur mistar gawang.

Kecewa

Sebelum laga lawan Wolves, Trent mengaku ia akan merasa kecewa jika Liverpool sampai gagal juara Premier League. Bahkan kesuksesan masuk Final Liga Champions tak akan bisa menutupi rasa kecewa itu.

“Tidak, Liga Champions tidak akan melunakkan rasa kecewa jika kita finis kedua. Saya pikir itu masih akan menyakitkan secara besar-besaran. Kami memasukkan begitu banyak usaha ke Premier League,” ujarnya pada Daily Mail.

“Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat fokus pada kedua kompetisi, keduanya sangat besar bagi kami. Hampir setiap tahun – kecuali musim lalu – kami akan memenangkan Liga tetapi City juga mendapat banyak poin. Ini musim yang luar biasa.”