Trump Dorong Republik Atasi Krisis Pemisahan Keluarga Imigran

Rekanbola – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada para anggota Kongres dari Partai Republik bahwa ia mendukung upaya partainya itu dalam menyelesaikan masalah terkait praktik politik terkait pemisahan keluarga imigran di perbatasan dengan Meksiko.

Dilansir dari AFP, beberapa jam setelah mempertegas kebijakan imigrasinya, Trump menyemangati para politikus Republik yang sudah mulai frustrasi untuk menegaskan bahwa dirinya menginginkan krisis itu segera diselesaikan.

Meski sejumlah pejabat tinggi telah menyatakan dukungan pada kebijakan ‘tanpa toleransi’ Trump, berkeras bahwa anak-anak para imigran ditahan dalam kondisi yang manusiawi, kritik tetap mengalir dari kelompok HAM internasional, evangelis Kristen, mantan ibu negara AS dan politikus Partai Republik sendiri.

Politikus Demokrat yang sempat mengunjungi pusat penahanan di Texas dan California mengatakan anak-anak di sana menangis di dalam penjara berkondisi seperti kandang, tak tahu kapan bisa bertemu lagi dengan para orangtuanya.

Sementara itu, rekaman suara yang beredar juga diduga menggambarkan tangisan anak-anak dari Amerika Tengah yang terpisah dari orang tuanya.

Dengan penuh emosi, sejumlah politikus Demokrat memprotes pertemuan Trump dengan meneriakinya secara langsung. Hal seperti ini jarang terjadi antara anggota Kongres dan presiden.

“Berhenti memisahkan anak-anak!,” kata Juan Vargas, politikus Demokrat dari California selatan, saat Trump meninggalkan pertemuan. “Bapak Presiden, apakah Anda tidak punya anak?”

Anggota Parlemen Republik yang mengikuti pertemuan sepanjang 45 menit itu menyebut Trump mendukung rancangan undang-undang yang diperkirakan akan disidangkan Dewan Perwakilan pekan ini.

RUU itu berisi sejumlah prioritas Trump, termasuk anggaran tembok perbatasan, perlindungan imigran “Dreamer” yang masuk ke AS sebagai anak-anak, dan pembatasan program imigrasi legal seperti penghapusan undian visa.

Baca Juga:   Tuding Trudeau Tak Jujur, Donald Trump Tarik Dukungan di G7

Anggota Dewan dari Partai Republik, Mario Diaz-Balart, mengatakan prioritas mengakhiri pemisahan anggota keluarga diselipkan dalam UU kompromi yang tengah dibahas dan didukung politikus liberal dari partainya.

“Tak hanya mendukung UU kompromi itu, tapi dia mendukung sepenuhnya,” kata Diaz-Balart merujuk kepada Trump.

Namun, bahkan setelah pertemuan itu, masih belum jelas apakah Trump lebih memilih UU tersebut ketimbang upaya garis keras yang didukung para politikus konservatif.

Juru bicara Gedung Putih, Raj Shah, mengatakan Trump “mendukung kedua UU Imigrasi Dewan Perwakilan,” dalam pertemuan itu. Menurutnya kedua peraturan itu “menyelesaikan krisis perbatasan dan masalah pemisahan dengan memungkinkan penahanan dan pemulangan keluarga.”

“Saya bersama Anda 100 persen,” kata Trump, sebagaimana disampaikan Shah.

 

 

(Sumber : cnnindonesia.com)