Utang Pemerintah Tembus Rp 4.253 T, Kemenkeu: Masih Aman

Rekanbola-  Kementerian Keuangan mencatat total utang pemerintah pusat periode Juli 2018 tercatat Rp 4.253,02 triliun atau tumbuh 12,51% secara year on year (yoy).

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman meskipun meningkat namun rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) tercatat 29,74% masih aman.

“Rasio utang pemerintah per Juli masih aman, masih 29,75% terhadap PDB,” kata Luky dalam konferensi pers ABN KiTA di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Batasan rasio utang pemerintah terhadap PDB maksimal adalah 60%. Menurut dia rasio utang Indonesia masih jauh dari batas maksimal.

Luky menambahkan, saat ini rasio utang pemerintah terhadap PDB terus mengalami penurunan jika dibandingkan dengan posisi Juni lalu yang mencapai 29,79%.

“Bisa dilihat angka debt to GDP rasio kita berkurang, ini karena strategi front loading kita,” ujarnya.

Sementara itu, untuk realisasi utang pemerintah melalui penerbitan SBN terus menurun. Menurut dia hal ini sejalan dengan upaya untuk mengurangi biaya utang, pengelolaan cash management dan mempertimbangkan volatilitas pasar keuangan.

Komposisi utang tersebut terdiri dari pinjaman bilateral sebesar Rp 323,79 triliun yang tumbuh 6,8% atau dengan persentase sebesar 7,61% dari keseluruhan pinjaman. Kemudian pinjaman multilateral tercatat Rp 411,19 triliun tumbuh 10,77% atau sebanyak 9,67% dari total pinjaman.

Selanjutnya pinjaman komersial sebesar Rp 43,32 triliun minus 0,87% atau sebesar 1,02% dari total pinjaman. Lalu ada pinjaman suppliers sebesar Rp 1,04 triliun atau tumbuh 56,32% dengan persentase 0,03%.

 

( Sumber : detik.com )

Baca Juga:   Bandara Husein Sastranegara Disebut Tak Bisa Lagi Diandalkan