Viral, Mahasiswi Jakarta yang Dulu Di-bully Mirip Gajah Kini Berubah Cantik

REKANBOLA – Memiliki berat badan berlebih kerap kali membuat seseorang menjadi bahan ejekan. Seperti dialami oleh wanita yang tinggal di Depok, Jawa Barat ini yang di-bully gajah karena bertubuh gemuk dan berat badannya mencapai 107 kg.

Adalah wanita bernama Edsa Estella yang jadi viral setelah membagikan cerita diet-nya di Twitter. Ia pun mengungkapkan bagaimana perjuangan dan bertahan dari bully-an yang kerap dialaminya sejak kecil karena bertubuh gemuk.

Sejak kecil gue udah dibully, sejauh yg gue inget dr gue TK dulu, gue dikatain gajah. Kalo lagi jalan temen2 gue suka pura2 kena gempa. Bahkan gue dibilang gue autis oleh guru TK karena kebetulan badan gue lebih besar, gak sengaja nyenggol temen gue dan dia jatuh di kamar mandi,” cuit Edsa.

Temen2 cowok gue gak kalah sadis nya sama guru gue, mereka sebut gue dengan julukan Onetonio = satu ton. Dan gak sedikit dari mereka yang suka lempar2 barang ke gue, atau merekanya nonjok gue. Padahal posisi gue lagi jalan, terus diikutin di belakang sambil ditonjok bagian punggung gue,” ceritanya

Setiap tahun berat badannya bertambah 10 kg. Meski kerap menjadi bahan ejekan karena dirinya sangat menyukai makan dan menyebabkan berat badannya berlebih, wanita yang kini berusia 19 tahun ini mengaku selalu senang dan ceria.

But i was always happy, gue mungkin dr dulu gak tau rasanya ‘cantik’. Tapi gue tau rasanya cinta sama diri gue sendiri dan gak ngebiarin orang2 untuk kontrol pikiran gue. Bahkan sebenernya dr kecil gue anaknya pd banget,” ungkapnya.

Baca Juga:   Berat Badan Turun 5 Kg Dalam 2 Minggu Dengan Diet Thonon, Amankah?

Edsa pun mulai memutuskan untuk mengubah hidupnya dengan menjalani diet sejak mengenal ‘cinta monyet’. Saat pria yang ditaksirnya lebih memilih wanita lain, Edsa kemudian bertekad untuk mengubah bentuk badannya.

Dan sejak cowok yang gue suka milih yang ‘cakep’. Gue jadi makin ngerasa worthless. Apalah artinya gue ranking 1 terus, ketos (ketua Osis), juara short film, best film director, penghargaan2 murid terbaik lainnya. Semuanya maknanya ilang cuma karena gue gendut dan hitam,” terang Edsa.

mahasiswi jurusan Teknologi Pangan Indonesia International Institute for Life-Sciences (i3L), Jakarta ini mulai mencoba untuk mengganti pola hidup dan memperbaiki segalanya. Ia pun mengawalinya dengan mengontrol porsi makanan yang dikonsumsinya.

Mulai banyakin minum air. Kenapa? air bantu banget buat metabolisme badan kita. Air juga ngebantu pencernaan, terus karena kita ngurangin makan, bakal agak lemes. TAPI, air ini bisa bantu buat bikin kenyang, lebih fokus, & ngurangin berat air di badan,” jelasnya

Tak hanya itu, Edsa pun mulai memperbanyak makan sayur, aktif bergerak dan berolahraga hingga pergi ke gym. Berat badannya yang dulu 107 kg kini pun turun menjadi 53 kg.

Perjuangan dietnya pun belum berakhir karena kulit tubuhnya menjadi bergelambir. Untuk membentuk kulitnya menjadi kencang, ia pun kembali melakukan serangkaian latihan untuk membentuk otot dengan mengurangi cardio.

Edsa juga menambahkan bahwa pembentukan otot agar kulit kencang bisa dilakukan tak harus ke gym, tapi juga bisa di rumah dengan melakukan plank, push up, squat dan sit up. Berat badannya pun kini bertambah menjadi 65 kg.