Wanita Ini Foto Wisuda di Ladang Bersama Orang Tua, Kisah di Baliknya Bikin Haru

REKANBOLA – Wisuda menjadi salah satu momen yang tak pernah terlupakan. Bagi sebagian mahasiswa, perjalanan untuk bisa mencapai wisuda mungkinlah bukan proses yang mudah. Maka dari itu, momen wisuda bisa dijadikan momen yang berharga.

Dengan proses wisuda, secara sah mahasiswa tersebut mendapatkan gelar sesuai dengan apa yang mereka geluti selama berkuliah. Selain berhasil melewati beragam proses selama kuliah, peran orang tua tentulah sangat mempengaruhi keberhasilan meraih gelar Sarjana.

Untuk merayakan wisuda tak jarang banyak keluarga yang menyempatkan untuk mengabadikan momen berharga tersebut. Biasanya akan menyewa sebuah studio foto dan kebutuhan lainnya. Namun berbeda dengan gadis satu ini.

Berfoto Wisuda di Ladang Buah

Dilansir dari Now This oleh Liputan6.com, Jumat (31/5/2019) seorang mahasiswa memiliki momen foto wisuda yang berbeda dari yang lain. Ia bersama orang tuanya berfoto di tengah ladang buah. Lengkap dengan jubah wisuda dan toga, ia tersenyum lebar saat berfoto.

Wanita yang diketahui bernama Erica Alfaro berhasil meraih gelar Master. Ia mengambil foto wisudanya di ladang buah, lantaran orang tuanya yang tengah bekerja di kawasan tersebut. Orang tua Erica adalah imigran dari Oaxaca, Mexico yang pindah ke California.

Ia dan orang tuanya bekerja di ladang buah setiap musim panas. Bekerja keras di ladang sudah menjadi kegiatannya sehari-hari di samping berkuliah. Ibunya pernah berkata bahwa bekerja keras adalah sebuah realita yang harus dihadapi.

Erica pernah dikeluarkan dari sekolah sebelumnya karena ia memiliki anak diusianya ke 15 tahun. Namun ucapan ibunya membuatnya kembali memiliki tekad untuk melanjutkan pendidikannya hingga lulus S1 dan S2.

“Dengan cinta aku dedikasikan gelar Master ini kepada oran tuaku. Perjuangan mereka untuk datang ke negara ini memberikan kami masa depan yang lebih baik.” dikutip dari Now This.

Baca Juga:   Jangan Tidur Saat Lepas Landas, Ini Alasannya

Bercita-cita Mulia

Erica juga menambahkan bahwa orang tuanya bekerja di ladang tomat, rasberi dan blueberry tergantung musim. Ayahnya bekerja di bagian perusahaan pertanaman. Orang tua Erica tidak memiliki pendidikan formal, bahkan mereka hampir tak bisa membaca dan menulis namun selalu mendorong Erica untuk melanjutkan pendidikan.

“Ibuku menangis ketika aku menunjukkan topi dan jubah togaku untuk pertama kalinya,” ucapnya dikutip Liputan6.com dari cbsnews.

Erica mengatakan bahwa ia memiliki keinginan menjadi penasihat sekolah.

“Tujuan saya adalah untuk mendorong siswa yang kurang terwakili untuk melanjutkan pendidikan merek. Saya juga ingin membantu para penyintas kekerasan dalam rumah tangga dan ibu remaja. Saya berharap mereka dapat terinspirasi dengan kisah saya.” Ucapnya.