Warga cemas tembok rumah retak terdampak proyek tol Serpong-Cinere

Rekanbola – Warga perumahan Villa Asean Cluster Asri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan resah dengan proyek jalan tol Serpong-Cinere, Senin (24/9). Sebab, rumah warga yang berada persis di bibir pengerjaan lahan yang sedang diratakan, berpotensi membahayakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan.

“Ini kan membahayakan kami, rumah kami bisa kapan-kapan longsor, karena berada di atas. Sementara pengerjaan proyek tol terus dikerjakan, kami takut ada apa-apa, kata Arif, Senin (24/9).

Saat ini, ada 11 bidang tanah dan bangunan yang terdampak pengerjaan proyek tol Serpong-Cinere. Warga belum meninggalkan rumah karena menunggu pembayaran ganti tanah dan bangunan. Warga meminta proses ganti rugi segera dituntaskan.

“Sejak 2017 dijanjikan tanah bangunan kami dibayar, kami warga sepakat menerima tidak menghalang-halangi atau menghambat proyek pemerintah. Tapi sampai saat ini lahan kami belum dibayarkan, sementara bangunan masih kami tinggali, pembangunan proyek terus berjalan, dan mengancam keselamatan penghuni, ucapnya.

Yoseph, warga di perumahan yang sama mengaku, rumahnya mengalami kerusakan pada bagian tembok. Diduga akibat kontur tanah yang bergerak.

“Sekarang banyak yang retak, mungkin tanahnya bergerak karena tanah kami berada seperti tebing. Lebih tinggi dari proyek tol,” ucap dia.

Dia dan keluarganya cemas. Sebab, kendaraan berat beroperasi di area belakang rumah, tepat di lahan proyek tol.

“Kendaraan kalau bekerja itu terasa getaran seperti gempa, mobil truk melintas saja, terasa getarannya,” kata dia.

Sebenarnya warga ingin segera pindah dan mengosongkan rumah yang terkena dampak proyek Tol Serpong-Cinere itu. Namun itu belum dilakukan karena urusan ganti rugi lahan belum selesai.

“Kalau sudah dibayarkan kami pasti pindah, karena kenyamanan dan keamanan kami tinggal menjadi terganggu, kami juga ngeri kalau ada hujan lebat atau angin kencang. Karena kontur tanah bangunan kami seperti tebingan,” ucap dia.

Baca Juga:   Pembantu di Tangsel Bunuh dan Buang Bayinya di Gudang Rumah Majikan

Terpantau, sejumlah alat berat dan pekerja terlihat sibuk dengan kendaraan berat mereka, untuk segera menyelesaikan proyek tersebut. Hilir mudik kendaraan yang melintas untuk mengangkut material bangunan dan tanah urugan, membuat penghuni rumah khawatir, imbas getaran yang terasa.